Penelitian ini dilakukan oleh I Putu Sugihartha Sanjaya dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris apakah auditor big four dapat mengurangi dan mencegah manajemen laba untuk konteks indonesia, dan untuk mengetahui hubungan antara komite audit dan komisaris independen, dengan praktik manajemen laba (earnings manajement) dalam laporan keuangan yang dipublikasikan. Hipotesis penelitian adalah bahwa komite audit dan komisaris independen memiliki korelasi negatif dengan manajemen laba. Untuk komite audit dan komisaris independen, penelitian ini menggunakan data yang berasal dari pengumuman BEJ tentang pembentukan komite audit dan pengangkatan komisaris independen. Sementara manajemen laba dicerminkan oleh discretionary accruals yang dihitung dari model Jones yang dimodifikasi. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini antara lain SFAC No.1 tentang tujuan pelaporan keuangan perusahaan, Teori Keagenan, Manajemen Laba, Motivasi Bonus, Motivasi Kontraktual Lainnya, Motivasi Politik, Motivasi Pajak, Pergantian CEO, Motivasi Pasar Modal, Auditor Eksternal dan Manajemen Laba, Komite Audit dan Manajemen Laba, Auditor Eksternal, Komite Audit dan Manajemen Laba. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan auditan, pengumuman pembentukan komite audit oleh emiten di Bursa Efek Jakarta (BEJ), data KAP yang berafiliasi dengan big four dan non big four. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel yang digunakan didasarkan pada enam kriteria perusahaan, kemudian diambil sebanyak 127 perusahaan setiap tahun. Dalam penentuan dan pengukuran variabel, penelitian ini mengukur akrual diskresioner sebagai manajemen laba. Terjadinya manajemen laba diukur dengan model Jones. Pengujian hipotesis 1 dan hipotesis 2 dilakukan dengan independent sample t test dan regresi, dengan variabel kontrol leverage dan aset. Pengujian hipotesis 3 dilakukan dengan ANOVA 2x2 yaitu auditor dan komite audit.
Dengan persamaan regres dua tahap, penelitian ini menemukan bukti bahwa komite audit memiliki hubungan yang negatif signifikan dengan tingkat akrual diskresi yang negatif. Ini berarti bahwa keberadaan komite audit berasosiasi dengan income decreasing earnings management. Komite audit juga terbukti memiliki hubungan yang positif dengan akrual diskresi yang negatif. Ini berarti bahwa keberadaan komite audit berasosiasi dengan income decreasing earnings management. Komite audit juga terbukti memiliki hubungan yang positif dengan akrual diskresi yang positif, yang berarti bahwa komite audit yang sesuai dengan ketentuan BEJ justru ditemukan pada perusahaan yang melakukan manajemen laba secara income increasing. Dalam penelitian ini komisaris independen tidak terbukti memiliki hubungan signifikan dengan praktik manajemen laba. Ada atau tidaknya komisaris independen yang sesuai dengan ketentuan BEJ tidak dapat diasosiasikan dengan praktik manajemen laba yang dilakukan perusahaan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peranan komite audit dan komisaris independen dalam perusahaan, dan peraturan BEJ yang berkaitan dengan aspek corporate governance, belumlah efektif. Di samping itu, penelitian ini menemukan bahwa variabel tingkat leverage dan pemilihan auditor eksternal ternyata tidak cukup bisa dalam menjelaskan praktik manajemen laba. Hanya variabel ukuran perusahaan (size) yang ditemukan memiliki hubungan negatif dengan income increasing discretionary accruals. Pada akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa auditor berkualitas dan bereputasi yang ditunjukkan oleh KAP yang berafiliasi dengan big four mampu mencegah dan mengurangi manajemen laba.
iKainheRe
:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sertakan juga alamat blog anda dalam komentar anda
atau alamat website anda
TerimaKasih