weLCome to iKainheRe's hOmepaGe

Open youR mind and iMpROve youR LiFe............
Get infoRmation about aLL heRe.

oPen YouR minD

Jika diRimu tak mampu menJadi beRingin, yanG teGak di kaki bukit,
JadiLah saJa beLukaR yanG teRbaik, yanG tumbuh di tepi danau . . . . .
Jika diRimu tak sanGGup menJadi beLukaR, JadiLah saJa Rumput,
tetapi Rumput yanG mempeRkuat tanGGuL, di pinGGiRan JaLan . . . .
Jika diRimu tak mampu menJadi JaLan Raya, JadiLah saJa JaLan setapak,
tetapi JaLan setapak yanG membawa oRanG ke mata aiR . . .
tidak semua menJadi kapten
tentu haRus aDa awak kapaLnYa . . .
JadiLah saJa diRimu .......... be yOuR seLf..
sebaik-baik daRi diRimu sendiRi ^_^

iKainheRe Tells About Her Self

Kenalin, gw Ika. iKainheRe Just the same with another women. iKainheRe
Hanya ajja gw suka banget bikin orang senyum, ketawa, dengan hidangan yang gw suguhkan.
iKainheRe
Gw sangat menghargai preferen, pendapat, masukan, kritikan, tapi bukan menjudge. iKainheRe
iKainheReJust be my self. Dengan style, brave life, color friends, and dunia gw.iKainheRe
iKainheRe Menjadi seorang penulis yang brave, eksis, dan stylish itu gga gampang, semua dari nol. Contemplative comedy gw pilih buat mewakili apa yang pengen gw sampaikan.
Komedi selalu bisa mengungkapkan apa yang tak bisa kita pahami. iKainheRe
Seperti kata Moliere, “The duty of comedy is to correct men by amusing them.” iKainheRe
Banyak orang yang bilang, penulis yang baik adalah penulis yang punya referensi yang banyak, menurut gw itu bener. Banyak-banyaklah nonton film dan baca buku.
Penulis yang baik juga akan selalu mengadopsi dan mempelajari, tapi tidak pernah mencuri.iKainheRe
Mudah-mudahan gw bisa iKainheRe
Tampilkan postingan dengan label Blogwalking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogwalking. Tampilkan semua postingan

Juni 17, 2010

Perahu Kertas

Pemesanan langsung Perahu Kertas bisa dilakukan melalui
perwakilan Mizan Media Utama terdekat:
Bandung: Jl. Cinambo No. 146, Ujungberung, Bandung 40294, Telp.: 022-7815500, Faks.: 022-7802288, e-mail: mizanmu@bdg.centrin.net.id – Jakarta: Golden Plaza Blok G 15 – 16, Jl. R.S Fatmawati No. 15 Jakarta Selatan, Telp.: 021-7661724, Faks.: 021-7508945, e-mail: mmujkt@gmail.com – Surabaya: Jl. Karah Agung 3 – 5 Surabaya 60231, Telp.: 031-8281857, 031-60050079, Faks.: 031-8289318, e-mail: mizanmu_sby@yahoo.com – Pekanbaru: Jl. Dahlia No. 49, Sukajadi, Pekanbaru, Telp.: 0761-20716, 0761-29811, Faks.: 0761-20716, e-mail: mmupku@gmail.com – Medan: Komplek Tasbih Blok TT No. 13 Medan, Telp./Faks.: 061-8214910, e-mail: mmumedan@hotmail.com – Makassar: Jl. Beruang No. 70 Makassar, Telp./Faks.: 0411-873655, e-mail: mznmks@yahoo.com – Malang: Jl. Bendungan Sutami 109 G/17 Malang, Telp./Faks.: 0341-567853, e-mail: mizan_mlg@yahoo.com – Palembang: Jl. Cimanuk Blok D No. 8 Perumahan PUSRI Sukamaju Kenten, Palembang, Telp./Faks.: 0711-815544, e-mail: mizanmu_palembang@yahoo.co.id – Yogyakarta: Jl. Kaliurang Km. 6,3 No. 58 Yogyakarta, Telp.: 0274-885485, Faks.: 0274-885527, e-mail: mizanmediautama@yahoo.com – Serang: Jl. Ciwaru Raya No. 18 Serang, Telp./Faks.: 0254-214254 – Bali: Jl. Gandapura III No. 2 H (dekat by pass Ngurah Rai) Denpasar, Telp./Faks.: 0361-462214




iKainheRe:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

April 06, 2010

KOMPETISI
Butik Games Blog Contest 2010src="http://www.butikgamesblogcompetition.com/butik_games.gif">




* Peserta lomba adalah blogger yang berdomisili di Indonesia

* Khusus bagi peserta blogger, diwajibkan memiliki blog atas kepemilikan sendiri (personal blog).

* Ketentuan lomba:

* Peserta diminta membuat sebuah review artikel tentang "Console Games Favorit 2010",
* Artikel/tulisan yang dibuat bertemakan dan menggunakan kata kunci "Butik Games Console 2010"
* Tulisan peserta disertai dengan link back ke website www.butikgames.com dengan kata kunci "Butik Games Console 2010"
* seluruh informasi bisa diperoleh di website www.butikgames.com
* Imaginasi, ekspresi, dan kreativitas tulisan tidak dibatasi asalkan rasional, tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, maupun penjelekkan atas produk lain sejenis.
* Tulisan tersebut di submit dalam form halaman daftar yang terdapat dalam website kompetisi dan juga di post dalam blog pribadi penulis (bagi peserta blogger).
* Tulisan harus orisinil, atas nama diri sendiri, bukan orang lain.

* Kriteria pemenang didasarkan atas kesesuaian tema, keunikan dan kreativitas tulisan.

* Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
* Pengumuman Pemenang Akan di Tampilkan di Blog ini
* Peserta Wajib Menampilkan Banner Berikut Pada Setiap Halaman Blog/Website Yang Diikutsertakan


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Desember 21, 2009

Dee Idea

Barusan gw Blogwalking ke Blognya Dee Lestari.. disini dan kemudian gw baca postingan terbarunya tentang Luna Maya yang ngamuk-ngamuk di Twitter beberapa hari yang lalu. Pas saat gw baca tweetnya @lunmay emang kaget sih gw terus terang, ya gimana lagi, orang seorang public figur, yang gw kira bisa membawa diri tapi "misuh-misuh" gitu... dan apa kata Dee? ini kutipan postingannya Dee about hal itu.
--------
LUNA BUKAN KOPAJA

Peluru ditembakkan ke udara. Asbak melayang. Dan sekarang, sebaris sumpah serapah di Twitter.

Relasi media hiburan dengan komoditas tunggalnya—yakni para penghibur, atau yang lebih sering disebut “artis”—adalah hubungan yang berwarna-warni. Kadang-kadang keduanya menempel manis bagai semut yang memeluk gula, tapi kadang-kadang keduanya saling sengit bagai kucing dan anjing.

Dan kini, dalam mangkok besar industri hiburan, kita pun punya apa yang disebut: infotainment—hadir dalam bentuk program teve yang laku ditonton dan diproduksi dengan biaya tak besar. Berbeda dengan sinetron yang menuntut puluhan kru serta puluhan pemain dengan honor yang tak kecil, infotainment melenggang ringan dengan satu-dua kamera, dua-tiga kru, dan segenggam mikrofon yang ditodongkan ke para artis yang tak dibayar* untuk membuka ruang privat kehidupan mereka. Simbiosa? Sudah pasti. Saling membutuhkan? Tidak setiap saat. Saling menguntungkan? Belum tentu.

Berikut beberapa anggapan umum, yang saking mapannya bersarang di benak masyarakat, sudah jarang kita pertanyakan atau cek kebenarannya, antara lain:

1. “Media hiburan dan artis saling membutuhkan.”

Bagi saya, kalimat itu terdengar manis dan bijak tapi juga menjebak dan menjerat. Menjebak hingga artis dipaksa untuk melonggarkan bahkan merobohkan garis privasi di luar keinginannya, dan menjerat masyarakat untuk terus mewajarkan tindakan-tindakan intimidatif infotainment dengan alasan “itu kan risiko jadi orang terkenal.”

Agar karya saya menggaung di masyarakat luas, saya membutuhkan media sebagai amplifier-nya, termasuk media hiburan (meski ada juga karya yang jadi besar dan laris bahkan sebelum media sempat menyentuhnya). Namun tidak semua jenis pemberitaan mendukung karya ataupun pamor saya. Bahkan ada pemberitaan yang mengganggu hidup saya. Bukan “saling membutuhkan” namanya jika saya menolak diliput dan malah terus dikuntit, rumah saya ditongkrongi dan dimata-matai. Bukan “saling membutuhkan” namanya jika kalimat saya diputar-balikkan untuk memenuhi opini subjektif tertentu melalui gambar dan narasi yang lantas dibagi ke jutaan pemirsa. Dalam situasi seperti itu, saya menolak keras generalisasi bahwa artis selalu membutuhkan media hiburan.

Media dan seorang artis hanya layak disebut saling membutuhkan jika memang keduanya sedang merasa ada kebutuhan, yang artinya: situasional. Tidak terus-menerus dan berubah-ubah.

2. “Hubungan antara artis dan infotainment bersifat mutualisme.”

Mengatakan, atau mengharapkan, bahwa hubungan antara artis dan infotainment selalu bersimbiosa mutualisme, menurut saya, adalah pernyataan yang buta. Simbiosa yang terjadi di lapangan bisa beragam:

• Mutualisme : Saat si artis mengizinkan dengan sukarela untuk si infotainment masuk ke dalam ruang privatnya, dari mulai meliput bisnis sampingan, meliput ulang tahun anak, bahkan untuk membantu posisi tawarnya dalam industri. Infotainment pun kadang sengaja dilibatkan ketika si artis hendak memenangkan sebuah konflik. Dalam relasi ini, kedua pihak sama-sama diuntungkan.

• Komensalisme : Dengan izin atau tanpa izin, disengaja atau tidak, infotainment mewawancarai artis dan diladeni secara netral-netral saja. Misalnya, untuk memberi komentar ringan, atau meminta klarifikasi atas berita-berita remeh (baca: bukan skandal). Dalam pengamatan saya, relasi macam inilah yang paling banyak terjadi; si artis bisa berjalan lalu sambil berkata “Ah. Biasalah, infotainment,” dan si reporter bisa permisi pergi dengan muka lurus tanpa harus mengejar dan mencecar. Dalam jenis relasi ini, artis tidak merasa diuntungkan, tapi juga tidak merasa dirugikan.

• Parasitisme : Ketika si artis tidak memberikan persetujuan, kerelaan, atau keinginan untuk meladeni infotainment, tapi terus didesak, dipaksa, bahkan diintimidasi. Dan kemudian berita tetap ditayangkan dengan memakai perspektif satu pihak saja. Dalam pengemasannya, beberapa infotainment bahkan sampai melakukan teknik wawancara imajiner, pemalsuan suara, memutar balik kejadian sebenarnya, dan cara-cara lain yang sudah menjurus ke arah fitnah.** Dalam relasi ini, jelas yang diuntungkan hanyalah pihak infotainment, sementara pihak artis dirugikan, bahkan dicurangi.

Terbius dalam rumusan ideal bahwa relasi artis-media hiburan harusnya selalu saling menguntungkan terlepas fakta lapangannya seperti apa, mengakibatkan kita—sebagai masyarakat—cenderung permisif. Dan, sebagai artis, kita cenderung memilih diam.

3. “Kalau beritanya aib pasti artisnya menghindar, kalau berita baik infotainment-nya dibaik-baikin.”

Lagi-lagi, buat saya itu adalah opini yang malas dan tak jeli. Tak sedikit area yang disebut “baik-baik” oleh banyak orang, tapi bagi beberapa artis tertentu merupakan ruang privat yang tidak ingin dibagi ke infotainment, seperti kelahiran anak, acara pernikahan, dst. Dan banyak juga konflik/isu berbau skandal yang secara sengaja justru melibatkan infotainment atas undangan/persetujuan/kerelaan artisnya. Jadi, fakta di lapangan lagi-lagi tidak mendukung opini umum tersebut. Setiap artis punya preferensi dan garis batasnya masing-masing.

4. “Seorang figur publik wajib membuka dirinya terhadap publik karena ia sudah jadi milik publik.”

Sewaktu kecil, saya tidak pernah bercita-cita jadi figur publik. Yang saya ingat, saya ingin jadi penulis dan musisi profesional. Itu saja. Saat saya berkarya, saya mempertanggungjawabkannya dengan cara-cara yang sederhana: menjamin bahwa karya saya asli dan mencintainya sepenuh hati.

Namun karya dan citra melangkah seiring sejalan ketika sudah masuk ke dalam industri. Di sana, karya menjadi besar, citra pun ikut membesar, dan saya yang manusia biasa kadang-kadang tenggelam oleh keduanya. “Figur publik” akhirnya menjadi efek samping yang mengiringi profesi artis, walaupun berkarya dan terkenal sebetulnya adalah dua hal yang berbeda.

Sialnya, pengertian “figur publik” selalu ditempelkan dengan konotasi “milik publik”. Kita amat sering terpeleset dengan menganggap keduanya identik, padahal secara esensi keduanya berbeda. Dalil itulah yang kemudian digunakan infotainment untuk menuntut artis buka mulut. Sering sekali mereka mengatasnamakan “masyarakat” dengan mengatakan “Masyarakat berhak untuk tahu!”

Bagi saya, yang menjadi milik publik adalah karya saya. Masyarakat bisa membeli buku saya, CD album saya, mengundang saya untuk diskusi buku dalam kapasitas saya sebagai penulis, atau mengundang saya bernyanyi dalam kapasitas saya sebagai penyanyi. Namun saya punya hak penuh atas kehidupan pribadi saya. Hidup saya bukan milik publik. Adalah hak saya sepenuhnya untuk menentukan seberapa banyak potongan kehidupan pribadi yang ingin saya bagi dan mana saja yang ingin saya simpan.

Artis adalah manusia yang berkarya. Bukan telepon umum.

5. “Seorang artis harus selalu bertutur laku baik dan sopan.”

Ini barangkali anggapan umum yang paling naif tentang artis. Pertama-tama, bukan hanya artis, seorang tukang becak pun dituntut untuk bertutur laku baik dan sopan pada penumpangnya. Ketika sudah hidup bermasyarakat, sikap baik dan sopan melancarkan interaksi kita dengan satu sama lain. Namun kita juga manusia yang punya dua sisi. Kita pun bisa marah dan kehilangan kendali. Lantas apa yang membedakan Luna Maya dengan Mang Jeje—tukang becak langganan saya di Bandung?

Sebuah pepatah bijak berkata: “Semakin tinggi pohon, semakin keras angin menerpa.” Saya setuju. Tapi tidak berarti bahwa seseorang yang dianggap bintang lantas di-dehumanisasi-kan. Menuntut seorang bintang untuk selalu sempurna, bukan saja berarti penyangkalan atas kemanusiawian, tapi juga mustahil bisa dipenuhi. Jadi, jika kesempurnaan adalah kemustahilan, mengapa sebagian dari kita begitu sulit berempati?

Seorang Luna Maya, yang sudah minta pengertian secara baik-baik, tapi malah terus didesak hingga kamera membentur kepala anak yang sedang ia gendong, lantas meledakkan emosinya di Twitter—sebegitu irasionalkah tindakannya itu? Atau justru manusiawi? Apa yang kira-kira akan kita lakukan jika kita menjadi Luna? Tetap bermanis-manis hanya karena status artisnya, hanya karena konon ia “milik publik”? Sekali lagi, seingat saya, Luna adalah model dan presenter. Bukan Kopaja. Apa hak kita untuk mengklaim agar Luna bertutur laku sebagaimana keinginan kita? Kita bisa menyimpan fotonya, menyimpan RBT lagu Luna di telepon genggam kita, tapi kita tidak bisa mengontrol manusianya seperti kita mengoperasikan AC dan remote-nya.

6. “Tanpa media, artis tidak akan jadi siapa-siapa.”

Ini barangkali sihir terkuat yang merasuk di kalangan artis. Kita tahu, betapa besar peran media dalam perkembangan karier seorang artis—entah itu karier musik, sinetron, film, model, dsb. Tapi, mari kita lihat skala yang sesungguhnya: Media bukan cuma satu. Media hiburan merupakan salah satu bagian, bukan keseluruhan. Infotainment juga cuma sebagian dari media hiburan, bukan keseluruhan.

Infotainment memang powerful. Terbukti ada orang-orang yang disulap dari bukan siapa-siapa dan tahu-tahu menjadi artis papan atas setelah diekspos habis-habisan di infotainment. Dan ada juga artis yang hidupnya ditelanjangi habis-habisan sampai harus menghilang bertahun-tahun dari panggung hiburan.

Tapi, jangan kita balik logikanya. Saya tidak melihat infotainment dan artis seperti logika ayam dan telur. Apalagi kalau infotainment disebut sebagai “induk” dari eksistensi seorang artis. Infotainment adalah fenomena yang muncul tahun ’90-an, sementara saya tumbuh besar menyaksikan artis-artis yang mampu eksis berdasarkan bakat dan karyanya jauh sebelum ada infotainment. Dan jangan kita lupa, tanpa artis, infotainment hanya corong kosong tanpa isi. Corong itu boleh nyaring. Tapi kalau tidak ada yang disuarakan, ia pun senyap dan hampa.


Bangun Dari Ilusi

Sayangnya, selama ini dari kalangan artis sendiri lebih banyak memilih diam atau bersungut-sungut di belakang. Padahal pihak artislah yang paling banyak dirugikan. Entah karena terlena, merasa bakal sia-sia saja, atau kita masih dihantui image infotainment yang terasa begitu besar dan berkuasa hingga kita percaya buta bahwa jatuh-bangun karier kita ditentukan mereka. Dan sama seperti semua manusia, tidak ada artis yang ingin kehilangan rezekinya atau dihukum di layar kaca dengan pemberitaan negatif.

Jika ada pepatah bijak yang bisa berguna, maka inilah dia: “Rezeki diatur oleh Tuhan. Bukan oleh infotainment.”

Saya tidak mengajak siapa pun untuk memusuhi infotainment. Permusuhan bukanlah tujuan saya menulis sebegini panjang lebar. Tapi kiranya para artis bisa melihat relasinya dengan media hiburan secara proporsional.

Mari kita bangun dari ilusi bahwa cuma ada satu tangan besar yang menentukan mati-hidupnya karier kita. Keberhasilan seorang artis ditentukan oleh banyak faktor, frekuensi pemunculannya di infotainment hanyalah satu faktor, bukan segalanya.

Berikut beberapa hal sederhana yang sekiranya bisa seorang artis lakukan untuk perimbangan berita:

1. Ungkapkanlah sisi cerita kita. Menulis di blog/situs pribadi, atau lakukan wawancara dengan media cetak yang bersahabat untuk menulis sisi cerita kita. Jangan kecil hati jika cerita kita kalah jumlah pembacanya dengan pemirsa teve yang jutaan. Adanya sebuah sumber cerita langsung dari yang bersangkutan jauh lebih berarti ketimbang bungkam sama sekali.

2. Jika memungkinkan, bawalah alat perekam/kamera saat infotainment meliput kita. Semua artis yang pernah berurusan dengan infotainment tentunya tahu betapa banyak kejadian asli yang terdiskon ketika muncul di layar teve, belum lagi narasi yang merajut potongan adegan agar muat di kerangka opini tertentu saja. Lalu kemanakah rekaman dari sisi kita itu kita tayangkan? YouTube. Promosinya? Believe me, with a tweet or two, we can have thousands of viewers before we know it. Maybe even more if it got spread. Kalau tidak mau repot sampai menayangkan pun tidak masalah, dengan membawa perekam tandingan saja sudah cukup mengubah percaturan psikologis saat kita sedang diliput. Catatan: Reza pernah merekam balik juru kamera infotainment yang menguntitnya. Dan ketika dia bertanya: “Buat apa Mas Reza pakai kamera segala?” Reza menjawab, “Ya sama kayak kamu, ngambil gambar tanpa izin.” Hasilnya? Yang bersangkutan pun akhirnya gerah sendiri dan kabur ke toilet pria. And yes. Reza followed him all the way there.

3. Tegas berkata ‘tidak’ dan berikan batas dari awal. Tidak jarang, artis diundang ke satu acara atau dikontrak oleh pihak yang memang secara resmi mengundang infotainment. Kita bisa mensyaratkan sejak awal pada pihak penyelenggara bahwa wawancara hanya sebatas materi yang mendukung acara dan tidak melenceng ke hal-hal pribadi, dan untuk itu kita bisa meminta panitia untuk ikut menggawangi jalannya wawancara. Tegas bilang ‘tidak’ atau diam ketika pertanyaan mulai melenceng. And when things start to get out of hand, just do what every Miss Universe is known best at: smile and wave.


Penderitaan Sebagai Candu

Di luar dari itu semua, sebagian besar masyarakat pun punya problem adiksinya sendiri. Infotainment telah memanjakan tendensi manusiawi kita untuk merasakan kepuasan saat melihat ada orang lain yang tidak lebih baik, bahkan lebih menderita, ketimbang kita. Schadenfreude. Apalagi kalau orang-orang itu adalah kaum yang kita anggap super, yang punya segalanya. Kita semua menyimpan tendensi itu, sadar atau tak sadar, sama halnya kita punya potensi untuk membunuh dan merusak. Namun kita punya pilihan untuk tidak melakukannya, tidak memeliharanya.

Kita bisa menjadi penonton yang lebih mawas dan melek. Tontonan infotainment seharusnya ditujukan untuk menghibur dan memberi informasi. Ketika sudah menjadi ajang penghakiman, berarti ada yang tidak beres. Ada yang melenceng.

Sebagai penonton yang memilih tidak suka, saya sarankan untuk bersuara dengan konstruktif, entah lewat jaringan sosial di internet atau apa pun sesuai kapasitas kita. Dengan menyuarakan sikap, mudah-mudahan pihak produser infotainment maupun teve sudi instrospeksi dan membuat konten programnya lebih bermutu dan berimbang.

Cara paling sederhana? Matikan teve. Atau ganti saluran.


Berempati Tidak Perlu Polisi

It takes one to know one. Sampai kita mengalami apa rasanya dicecar dan dikepung kamera, kita tidak bisa sepenuhnya mengerti apa yang membuat Parto menembakkan pistol ke udara, apa yang membuat Sarah Azhari melempar asbak, dan apa yang membuat Luna Maya mengumpat di Twitter-nya. Di lain sisi, sampai kita tahu apa rasanya berpeluh dan bersusah payah mengejar sekalimat-dua kalimat demi mengejar setoran berita, kita pun tidak bisa sepenuhnya memahami mengapa mereka, para wartawan infotainment yang awalnya bisa sangat manis dan sopan, tahu-tahu bisa berubah seperti preman tak tahu aturan.

Saya tidak berpendapat bahwa yang ditulis Luna di Twitter-nya itu manis dan terpuji. Ia memang mengumpat dan memaki. Tapi dengan mengetahui sebab yang melatari aksi Luna, segalanya sangatlah sederhana. Kita manusia. Kita menangis. Kita tertawa. Kita marah. Kita khilaf. Sesuatu yang bisa diselesaikan dengan satu musyawarah di kedai kopi. Tanpa perlu mengadu ke polisi. Tanpa perlu UU ITE. Jadi, untuk apa membunuh nyamuk dengan bom atom?


Menghindari Bumerang Dengan Nurani

Mengadukan Luna hingga ke polisi, dan di sisi lain TIDAK memberikan berita berimbang tentang MENGAPA Luna sampai bersumpah serapah di Twitter, dan bukannya MINTA MAAF karena nyaris membuat seorang anak cedera, menurut saya adalah langkah yang tidak strategis bahkan berbahaya. Infotainment jelas bukan figur bercitra innocent yang mengundang simpati. Saat ini, infotainment tengah diuji. Artis pun sedang diuji. Dan masyarakat menyoroti. Pembelaan terhadap Luna terus mengalir.

Ironisnya, kamera pun terus berputar. Semakin panjang dan heboh masalah ini, kembali infotainment diuntungkan. Sensasi adalah uang. Jadi, jika keuntungan finansial sudah di kantong, tidakkah kehormatan juga layak dikantongi? Andai saja pihak infotainment sudi menelan ludahnya lalu melucuti label-label “pers”, “artis”, dst, kembali menjadi individu, kembali menjadi manusia biasa, ia justru bisa memperoleh respek. Namun jalur yang dipilihnya kini justru berpotensi menjadi bumerang. Pers hiburan memang besar. Tapi masyarakat jauh lebih besar.

Kasus ini bukan saja memancing reaksi dari masyarakat yang selama ini jengah bahkan muak dengan kualitas tayangan infotainment, tapi juga mengundang potensi ‘pengadilan rakyat’ yang berbasis nurani umum, seperti halnya kasus Prita vs RS. Omni. Tapi jika tujuan akhir pihak infotainment yang dinaungi PWI tersebut ternyata hanyalah sensasi (baca: rating)? Maka biarlah kecerdasan dan nurani rakyat yang akhirnya menilai sendiri.

Suara saya ini mungkin tidak punya arti. Setelah kasus ini berlalu, mungkin tetap tidak terjadi perubahan apa-apa dalam praktek infotainment, pada kegandrungan masyarakat luas akan kehidupan pribadi para artis, maupun pada sikap kebanyakan artis yang masih cenderung permisif dan bermain aman ketika berhadapan dengan kuasa kamera infotainment. Saya menghargai pilihan setiap orang. Bersimbiosa mutualisme dengan infotainment bukanlah hal yang salah. Bekerja bagi industri infotainment pun bukan hal yang salah—baik itu sebagai kru maupun presenter. Menjadi artis yang memilih untuk menutup diri dari infotainment pun bukan hal yang salah. Ini memang bukan masalah benar atau salah, melainkan preferensi. Dan ketika kita menghargai pilihan masing-masing, batas privasi masing-masing, niscaya tidak perlu lagi ada peluru menembak ke udara atau caci maki di jagat maya.

Hukum, dan praktek hukum di lapangan, tidak selalu berbasiskan nurani, melainkan permainan kelihaian di dalam kotak sistem. Jadi bukannya tidak mungkin pihak infotainment/PWI akan menjadi pemenang di jalur hukum. Jujur, saya tidak terlalu menganggapnya penting. Nurani tidak bisa dikelabui. Dan, sekali nurani terusik, masyarakat—Anda dan saya—tak akan pernah lupa.


* Ada kalanya artis dibayar. Berita-berita ringan lucu yang tahu-tahu memunculkan kemasan odol, obat penurun panas, suplemen, dsb, itu? Berita demikian namanya “insertion”. Dan artis yang berpartisipasi mendapat imbalan dari produsen yang bekerja sama dengan infotainment.

** Semua contoh metode memutar balik fakta tersebut sudah pernah saya alami langsung. Detailnya bisa dibaca di sini dan di sono.
--------------------------

Gw juga sebenernya belom baca selengkapnya sih. hahahaha. abis ini deh gw baca. :D
Met baca ^^




iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

November 28, 2009

Seminar Mengkritisi Substansi UU ITE



Pasal 27 ayat (3) UU ITE :

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Ketika Undang-Undang menjadi sebuah pedang bermata dua, disatu sisi ia bertindak melindungi, namun pada sisi yang lain siap mengancam untuk melukai. UU ITE yang masih saja menuai kontroversi semenjak disahkan telah memakan korban. Kasus teranyar adalah yang menimpa Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tengga yang berkeluh-kesah tentang pelayanan dari sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Apa yang salah dari sebuah “curhatan” seorang ibu rumah tangga kepada beberapa kawannya? Nampak wajar sekali dan sangat umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Yang membuatnya menjadi sebuah berita besar adalah karena curahan hati sang ibu tersebut terlontar melalui media internet yang terkenal tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Ketika pihak lain merasa dirugikan dengan dalih pencemaran nama baik, maka tidak saja hal tersebut menjadi sebuah berita besar, namun juga sekaligus menjadi sebuah bencana besar bagi kehidupan sang Ibu dua anak yang dikriminalkan itu.

Komunitas Blogger Bengawan sebagai komunitas yang segala aktifitasnya berkaitan erat dengan dunia online, menunjukkan keprihatinan mendalam atas pemangkasan hak-hak untuk bebas berpendapat melalui media elektronik yang tersurat dan tersirat melalui UU ITE pasal 27 ayat (3) tersebut.

Melalui sebuah seminar yang bertajuk “Mengkritisi Substansi UU ITE Dalam Kaitan Dengan Kebebasan Informasi Publik dan Perlindungan Konsumen” yang diselenggarakan Komunitas Blogger Bengawan bekerjasama dengan FISIP UNS Surakarta, LBH Pers, ICT Watch, serta The Sunan Hotel Solo, Blogger Bengawan berusaha memulai sebuah gerakan Menolak Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Seminar yang menghadirkan narasumber Hendrayana,SH dari LBH Pers, Donny, BU dari ICT Watch, dan Mursito BM dari FISIP UNS itu diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Oktober 2009 bertempat di ruang seminar FISIP UNS. Selain dari para undangan, seminar ini dihadiri juga oleh perwakilan komunitas blogger Surabaya, Kalimantan dan Magelang.

Sebagai blogger, kita harus peduli dan memberikan sumbangsih nyata pada lingkungan sekitar kita. Mari bersama-sama kita teguhkan hati untuk menolak pasal 27 ayat (3) UU ITE. Mari kita dapatkan kembali hak-hak kita untuk bebas berpendapat dan berkarya melalui media elektronik/online. Salam hangat selalu.

Sumber: Bengawan Website


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Download Smadav 7.3 (Update 12 November 2009)

Baru kemaren rasanya smadav 7.2 dirilis, sekarang smadav dengan up date terbaru juga udda keluar lagi. Yaph… smadav 7.3 adalah versi terbaru yang hari ini (pada saat postingan ini gw ketik) baru saja dirilis pada website resmi smadav.

Dengan versi terbaru ini tentunya keamanan komputer kamu akan semakin terjaga. Karena bagaimanapun versi terbaru merupakan hal yang terbaik untuk menangkal serangan virus lokal. Dengan adanya smadav memang perkembangan virus lokal sepertinya agak terhambat oleh kinerja mumpuni antivirus nan ringan ini.

DOWNLOAD DISINI


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Mig33 Messenger Buat PC

kali ini gw ke blognya panji Lesmana alias si aspal07 (anak mig33). Blognya dia disini
Nah, postingannya yang tentang Mig33 Messenger ini akhirnya gw 'colong' hahahaha. Ini postingannya dia:

Mig33 merupkan instan messenger yang umumnya diklakukan dengan menggunakan ponsel. Meskipun bisa chat di webnya tapi itu dirasa kurang nyaman dan berjalan sangat lambat. Entah kenapa mig33 tidak mengeluarkan aplikasi yang dikhusukan untuk pc, layaknya yahoo messenger, gtalk, skype, atau nimbuzz for pc.

Karena kebutuhan akan aplikasi yang memang dikhususkan untuk chating pada PC, ada juga seseorang yang ternyata membuat aplikasi mig33 messenger (layaknya ym) yang khusus digunakan pada PC. Aplikasi ini berukuran sekitar 2,38 mb dengann fitur-fitur seperti auto answer, auto reply, auto status, dan masih banyak lagi.

Aplikasi mig33 messenger tersebut bisa didownload disini.
Password : www.alen1-1.co.cc

Pada file download di atas juga disertakan file ocx nya (yang biasanya hilang), kamu tinggal mengcoopinya di C:\WINDOWS\system32.

http://mig33aceh.great-forum.com/mig33-news-f3/download-mig33-messenger-v102-for-pc-t286.htm

from: http://aspal07.wordpress.com/2009/06/21/chat-di-pc-dengan-mig33-messenger/



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

November 26, 2009

Malam Petaka

Cerita pendek oleh: Seno Gumira Ajidarma

Sumber: Harian Suara Merdeka, Edisi Minggu 24 Desember 2006

DRUPADI terbangun karena jeritan Utari. Semenjak kematian Abimanyu,
putri Wirata yang hamil tua itu susah tidur. Begitu juga malam itu,
di dalam tenda-tenda kubu Pandawa di lapangan Kurusetra. Drupadi
bermimpi buruk sekali. Dalam tidurnya ia melihat seekor kelelawar
berkelebat di tengah malam. Ia bisa melihat kelelawar itu dengan
jelas. Seperti bukan sembarang kelelawar. Ini kelelawar siluman.
Matanya yang merah kekuningan menyorot dengan kejam dalam kegelapan.
Mulutnya yang bergigi runcing menetes-neteskan darah, tetesan
darahnya membasahi dedaunan di dalam rimba. Ia melihat kelelawar itu
dipanah oleh Sikhandi, dibabat kelewang Drestajumena, dilempar jala
Pancawala, namun kelelawar itu selalu bisa menghindar. Ia melejit
sampai ke rembulan, kembali lagi dengan cepat menyambar ketiga
ksatria itu tanpa bisa dilawan. Darah menetes dari mulutnya, terbang
menembus malam.

Lantas terdengar jeritan Utari.

"Ada apa Utari?"

"Ada orang di dalam tenda."

"Siapa?"

"Entahlah. Gelap sekali. Ia membawa pisau belati yang menetes-
neteskan darah."

Tiada rembulan di langit, namun redup cahaya lentera di setiap tenda
menyisakan ingatan dalam benak Utari.

Di luar terdengar suara orang mulai ramai. Mereka keluar.

Para Pandawa sedang meninggalkan perkemahan mereka, atas anjuran
Kresna melakukan penyucian, dengan mengunjungi tempat-tempat keramat.
Demikianlah dikisahkan oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh 1):

...mereka itu telah menuju ke desa-desa untuk secara diam-diam
mengunjungi tempat-tempat ziarah dengan berjalan kaki. Mereka itu
berhasrat besar untuk dengan sejenak melihat keindahan malam yang
memesonakan dan serbaindah dan tenang.

Terutama dewi Kunti yang sangat sedihnya, karena menderita kesusahan
yang tidak ada bandingannya. Begitu pula dewi Draupadi, putri raja
Drupada, sangat memilukan keadaannya dan tidak tahu apa yang akan
menjadi obat kesukarannya. Kedua orang ini berkeluh kesah seolah-olah
mereka itu tidak ada di dunia, setelah lima orang anak Pannddawa lima
itu terbunuh; mereka sungguh-sungguh susah! Karena tidak tahu apa
yang akan dikerjakan, mereka menunjukkan penyesalannya terhadap raja
Kreshna yang mengajukan usul kepada orang Panddawa untuk pergi.

"Aduhai, lima orang anak Pannddawa; wahai anak-anak yang tercinta!
Sayanglah kamu sekalian telah meninggal. Kamu sekalian belum pernah
menikmati rasa suka, tetapi sekonyong-konyong kamu dibinasakan oleh
musuh! Pasti tidak akan terjadi, wahai anak-anakku dan tidak akan
mengalami kematian, sekalipun diserang oleh musuh yang sejuta
jumlahnya, apabila ayah-ayahmu ada di tempat ini dan tidak pergi
karena diminta untuk mengadakan ziarah minta bantuan kepada dewa-dewa.

Akhirnya Kreshnna-lah, anak raja Wasudewa, yang menyebabkan
kematianmu sekarang, wahai anak-anakku sekalian. Ikhlaskanlah
kematianmu, yang kejam itu, wahai anak-anakku sekalian; dosamu ialah
karena kamu tidak menghadap lagi ayah-ayahmu! Pastilah bahwa saya
akan ikut mati, supaya dapat mengantarkan ayahku yang juga telah
gugur, demikianlah halnya dengan saudara-saudaraku yang juga telah
tidak ada; mereka telah memejamkan matanya untuk selama-lamanya. Apa
tujuannya, apabila saya tidak merelakan hidup saya ini di dunia?"

Kresna berkata.

"Ingatlah Drupadi, bukan hanya dikau seorang yang menderita. Pandawa
juga kehilangan saudaranya, seratus Kurawa dan Resi Bhisma tercinta.
Utari yang hamil tua bahkan juga kehilangan suaminya. Tak ada yang
menang dalam peperangan. Tak akan pernah ada..."

burung hantu hinggap di puncak tiang

berlayar malam-malam ke Yordania

melihat sukma Aswatama gelandangan

menyandang 3000 tahun beban kutukan, o

Catatan:

1) Pada akhir Kakawin Bharata-Yuddha tertulis : Bukan saya sendirilah
yang menyusun ceritera ini; adalah seorang pujangga dari sang raja
yang termasyhur di dunia ini yang bernama Mpu Seddah, orang yang
tinggi martabatnya. Ialah yang menyusun bagian depan ceritera ini
yang indah dan tidak ada bandingannya. Pada waktu sampai ceritera
ketika raja Salya menjadi panglima, Mpu Seddah menyuruh saya
menyelesaikan cerita ini, karena saya merasa kikuk dan tunarasa.
Karena saya merasa sayang tentang ciptaan penyair raja ini yang
sangat indah, saya dengan sengaja memberanikan diri untuk melanjutkan
akhir ceritera ini yang mengerikan (Wirjosuparto, 1968: 360).
Terjemahan lain: Dengan demikian saya tidak sendirian dalam menggubah
kisah ini. Seorang yang mematangkan kepandaiannya sebagai abdi sang
raja, Mpu Sedah yang tersohor itu, menulis bagian pertama kakawin
ini,tanpa ada satu cacad pun yang mengurangi keindahannya. Adegan
ketika Salya menjadi panglima tertinggi, mengawali bagian karya yang
dibebankan kepadaku dan yang bersifat janggal dan tawar. Sungguh
sangat disayangkan, bahwa kemanisan sang penyair istana lalu dilapisi
kepahitan (Zoetmulder, 1983: 340-1). Dari dua terjemahan atas teks
yang sama, namun bisa tertafsirkan berbeda ini, tetap jelas
menunjukkan bahwa penulis bagian yang dikutip, dan kutipan
selanjutnya, adalah Mpu Panuluh. Seluruh kutipan dari versi
Wirjosuparto.

2) Bandingkan bagian ini dengan versi Zoetmulder, yang
menerjemahkannya dari bahasa Jawa Kuno ke bahasa Inggris, yang
diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Dick Hartoko : Biarpun bulan
muda, namun malam cerah karena bintang-bintang gemerlapan dan kunang-
kunang pun berkedip-kedip seolah-olah mau menunjukkan jalan.

3) Kamanak dan kangsi: nama alat musik (Zoetmulder, 1995 : 449, 456).

4) Masih mengacu kepada perhitungan waktu India sezaman : kala (48
detik); ghati, ghatika, nadi, nadika (24 menit = 30 kala); muhurta,
ksana (48 menit); divasa (24 jam). Jadi yang dimaksud adalah pukul
03:00 pagi (Zoetmulder : 243).

5) Dalam cerita yang Anda baca, Pancawala adalah anak Drupadi dari
kelima ayahnya. Pilihan ini saya anggap lebih praktis, dan lebih unik
(Drupadi tak tahu siapa ayah biologis Pancawala), ketimbang Drupadi
mempunyai lima anak dari lima ayah seperti teks Kakawin Bharata-
Yuddha ini. Dalam Mahabharata dari India lima anak itu adalah
Pratiwindya dari Yudhistira; Srutasoma dari Bima; Srutakirti dari
Arjuna; Srutanika dari Nakula; dan Srutawarman dari Sadewa. Dengan
begitu Drupadi di sini tetap poliandris. Dalam versi Jawa Baru,
Pancawala adalah anak Drupadi dari Yudhistira. Menjadi jelas kini,
darimana kata panca itu berasal. Agaknya yang lima itu disatukan,
atau sifat ke-lima-annya dipertahankan, ketika suami Drupadi
dijadikan satu orang saja. Adapun kata wala berarti jejaka.

6) Wirjosuparto, op.cit., h. 344-7.

7) Poerbatjaraka (1992: 19-20).

8) Berasal dari versi lain, dengan ibu bernama Krepi (Poerbatjaraka:
32).

9) Wirjosuparto, op.cit., halaman. 348-9.

***

Sekalipun pada waktu itu sedang gelap, karena bulan tanggal tua,
keadaannya terang disebabkan karena sinar bintang yang berkilauan
terang benderang. Di tepi jalan kunang-kunang bersinar-sinaran dan
dengan terbang bersama-sama itu seolah-olah menunjukkan jalan. 2)

Keadaannya sedemikian bagusnya, seolah-olah keindahan langit dan bumi
itu saling bertukar-tukaran pada waktu malam itu. Kayu-kayunya
menjadi mega, sedangkan meganya menjadi kayu menurut anggapan mereka
yang terpesona. Bintang-bintangnya menjadi kembang, sedangkan kembang-
kembangnya yang bertebaran itu merupakan bintang yang ada di angkasa.
Sungai menjadi halimun yang bergantungan, sedangkan halimun yang
bergantungan menjadi sungai yang mengalir dengan kencangnya.

Adalah suatu bukit dengan belukarnya yang berkumpul-kumpulan,
sehingga dingin keadaannya. Di tempat itulah salju menyongsong. Bukit
itu sekaligus ingin minum embun yang telah terkumpul di lereng bukit
kecil. Burung cucur mengeluarkan suara yang mengerikan, karena
suaranya menyerupai nyanyian yang terus menerus berisikan ratapan
tangis. Suara indah ini disertai oleh suara burung tadahasih yang
dengan cara yang tidak memaksa mencari keindahan.

Dan di suatu sungai terdengar suara jentera yang digerakkan oleh air,
seolah-olah menyerupai salunding dalam pertunjukan wayang. Bambu
kosong yang tertiup angin itu mengeluarkan suara dan itulah suara
seruling yang mengiringinya. Yang merupakan nyanyian orang-orang
wanita adalah nyanyian kodok yang terdengar di jurang-jurang. Suara
cenggeret dan yanyian belalang yang keras dan riuh itu merupakan
suara berirama dari kamanak dan kangsi. 3)

Adalah suatu ladang sunyi yang belum menghasilkan padi; orang-orangan
untuk menakut-nakuti burung dengan waspada mengadakan penjagaan
terhadap pencuri. Sebab babi rusanya dengan diam-diam dan dengan
tidak diketahui dengan seenaknya saja merusak tanam-tanaman. Alat
perangkapnya dapat menangkap sesuatu binatang dan ini dibuktikan oleh
pukulan kentongan yang digantungkan itu sehingga berbunyi dengan
tiada hentinya. Suara kijang yang serak dan terus kedengaran riuh
rendah di jurusan Barat Laut menjawab teriakan kuwung.

Halimun seolah-olah memberi semangat; adalah seorang penjaga yang
masih muda dan sebagai orang ketiga ialah seorang wanita. Dengan diam-
diam mereka itu berbuat serong pada waktu orang-orang lainnya sedang
tidur; orang yang berjalan dengan tidak diketahui itu terserang oleh
hembusan angin. Pada waktu itu ia menghilang; ada beberapa pohon
cemara yang sambil menantang bersorak-sorak; itulah sesungguhnya
teriakan orang-orang yang mengadakan ilmu sihir. Burung kokok beluk
mengeluarkan suara yang menakutkan, sedangkan suara yang dikeluarkan
oleh ular-ular naga menyerupai suara genta yang menakutkan.

Perjalanan orang-orang Pannddawa lima itu telah jauh dengan
diantarkan oleh raja Kreshnna dengan memasuki hutan-hutan yang lebat.
Mereka itu berkumur dengan air dari tiap-tiap tempat berziarah yang
mereka lalui dan yang mereka taburi dengan bunga. Yang mereka
harapkan, ialah kesucian hatinya yang gilang gemilang, supaya mereka
mendapatkan kesukaan yang bersih dari segala noda. Sekalipun ini yang
telah diharap-harapkan, hati mereka merasa ngeri dengan tidak
diketahui darimana datangnya rasa takut itu.

Waktu itu sunyi senyap, ialah jam enam. 4) ; akhirnya diketahui
adanya suatu tanda yang tidak baik. Ada beberapa ekor burung gagak
yang datang tidak pada musimnya dan setelah burung-burung itu saling
berkelahi dan saling menyambar memuntahkan nanah yang busuk. Juga ada
beberapa anjing yang saling menyerang dan berkelahi, sedangkan pada
waktu yang bersamaan itu turunlah hujan darah dan yang menjatuhkan
air hujan sebesar buah pinah dan kepala orang. Tempat itu penuh
dengan orang-orang raksasa dan mayat yang tidak berkepala dan yang
menari-nari dan ada di antaranya yang dengan ganasnya memanggul
bangkai.

Dalam sekejap mata hilanglah mereka itu dan dengan nyata datanglah
beberapa orang utusan yang menyembah kaki orang Pannddawa. Konon
dikatakan, bahwa banyak di antara mereka itu diberi bertugas untuk
mencari orang-orang Pannddawa; mereka itu telah membagi dirinya dalam
beberapa kelompok, sehingga mereka itu menuju ke beberapa jurusan.
Mereka memberitahukan, bahwa perkemahannya telah hancur karena
terbawa oleh arus serangan yang dahsyat yang diadakan oleh
Acwatthama, anak pendeta, sehingga mengalami kerusakan. Orang-orang
bangsawan yang telah didahului oleh serangan mereka tidak lagi
bernafas; itu sudah semestinya, karena mereka itu sedang tidur
nyenyak.

Terutama Dhresttadyumna dan Cikannddi yang telah dibunuh, demikian
juga halnya dengan lima orang anak Pannddawa 5) yang telah dikuasai
oleh Acwatthama yang kesemuanya itu telah dipenggal kepalanya. Tidak
diceriterakan nasib raja-raja yang mengakui kepemimpinan raja
Yudhishttira bersama-sama dengan menteri-menterinya yang juga telah
binasa. Hanya puteri-puteri saja yang tidak terbunuh bersama-sama
dengan mereka yang sempat mengangkat kaki dengan takutnya. 6)

Drupadi teringat mimpinya, langsung menuju ke tenda putranya,
Pancawala.

Sebentar kemudian terdengar jeritan Drupadi, yang langsung pingsan.

Orang-orang yang menyibak tenda Pancawala, Sikhandi, dan Drestajumena
terkesima. Tenda itu robek di bagian belakang. Di dalam tenda tampak
ketiga ksatria itu terkapar bersimbah darah. Mereka telah dibunuh
dalam tidurnya. Drestajumena, ksatria Pancala yang memenggal kepala
Mahaguru Dorna, tewas dengan luka tusukan di dadanya. Sikhandi yang
menumbangkan Bhisma, hancur tubuhnya, seperti ditusuk-tusuk dengan
membabi buta. Pancawala yang tak pernah berperang, merah seluruh
tubuhnya bermandi darah.

Perkemahan itu menjadi gempar. Bima yang murka melemparkan para
penjaga malam sampai tidak kelihatan lagi. Yudhistira, Arjuna,
Nakula, Sadewa, tak mampu bersuara menyaksikan Pancawala. Tanpa
menunggu perintah sejumlah regu berkuda telah menderap ke dalam
hutan. Namun dalam gelap malam tak berbulan, apakah yang bisa
ditemukan?

"Apa yang kau lihat, Utari?"

Utari mencoba mengingat apa yang dilihatnya.

"Gelap sekali, tapi cahaya lentera memperlihatkan sesuatu yang aneh."

"Apa?"

"Orang itu bersurai seperti kuda, dari belakang kepala sampai leher
dan punggungnya. "

Arjuna mendesis.

"Benar, Aswatama..."

"Utari, kau lihat ada mutiara di dahinya?" Bima bertanya.

"Sesuatu berkilat dari dahinya."

Di seluruh dunia hanya ada satu manusia seperti itu, karena Aswatama
adalah anak Mahaguru Dorna dari seekor kuda sembrani yang sebenarnya
bidadari Dewi Wilutama. 7) Ketika dia dilahirkan, di langit terdengar
suara ringkik kuda, maka ia diberi nama Aswatama. 8) Meski menguasai
segenap kesaktian ayahnya, Aswatama tidak pernah mampu menguasai rasa
takut -kini ketakutan itu diatasinya dengan cara yang nekat. Dendam
telah mengalahkan ketakutannya, meski melanggar tatacara ksatria.

Arjuna melepaskan panah yang sakti ke langit. Dengan seketika alam
terang benderang. Dalam sekejap, Arjuna melesat ke dalam hutan. Bima
dan Nakula-Sadewa menyusulnya.

Para pengawal yang berjaga di tenda Yudhistira mendengar ratapan
Drupadi.

"Suamiku, raja agung yang telah mendapat kemenangan, berbahagialah
dengan segala perolehan. Engkau telah mendapatkan kembali
Indraprastha, kini mendapatkan kembali Hastina beserta segenap
taklukkannya. Betapa luasnya kini kerajaanmu, Yudhistira, betapa
besar kekuasaanmu. Dalam Rajasuya engkau telah mendapatkan segala-
galanya, dan kini engkau telah memusnahkan musuh-musuhmu pula.
Berbahagialah. Berjayalah. Naiklah ke singgasana. Tinggalkanlah aku
yang kini telah menjadi sebatang kara. Ayahku, Drupada yang tua,
telah memberikan nyawanya untuk kemenanganmu. Saudaraku Drestajumena,
telah memimpin balatentara Pandawa untuk kejayaanmu. Saudaraku
Sikhandi telah menumbangkan Bhisma yang bahkan tak terkalahkan oleh
dewa-dewa. Putra kita Pancawala yang hanya mampu mencintai sesama
manusia, hancur luluh tubuhnya. O, Yudhistira, telah kuberikan
segalanya untukmu, terimalah, dan tinggalkan aku. Dewa-dewa tidak
mengizinkan aku hidup bahagia. Baru beberapa hari terhapus dendam
yang merajamku bertahun-tahun, malapetaka melanda begini rupa.
Siapakah kiranya yang tidak akan menduga, bahwa aku memang dilahirkan
untuk hidup menderita? O, dewa! Siapakah kiranya tega memasangkan
peran ini untukku? Peran perempuan menderita tiada terkira. Biarlah
kuikuti orangtua, saudara, dan anakku tercinta. Tak tahu ke nirwana
atau ke neraka."

Yudhistira mengelus bahu Drupadi.

"Drupadi..."

"Aku bukan Drupadi. Aku tak tahu siapa diriku lagi. Perasaanku
hancur, tubuhku mengambang, jiwaku melayang-layang. Karmapala apakah
ini? Sebagai gadis brahmin kuucapkan mantra meminta suami sampai lima
kali, dalam penjelmaan kembali aku menjadi Drupadi, mendapatkan lima
suami yang menyeret aku ke dalam penderitaan. Apakah permintaan
seorang perempuan untuk mendapatkan suami, bahkan memilih sendiri
suaminya dalam sayembara adalah berlebihan, sehingga mendapatkan
karmapala penderitaan? Aku Drupadi merasa hidupku menderita, meski
aku adalah putri kerajaan Pancala yang bersuamikan maharaja
Indraprastha. Kalau begini caranya lebih baik aku menjadi orang
sudra, atau paria, pasti aku lebih berbahagia. O, Yudhistira,
katakanlah kepada Arjuna agar merampas mutiara di dahi Aswatama.
Biarlah aku menjadi perempuan yang penuh dengan dendam, jika memang
suratan menghendakinya demikian."


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

November 16, 2009

My Inspiration

Hai Guys, di blogwalking kali ini, gw visit sebuah blog yang pas kebuka tu langsung muncul kata-kata mutiara. ini blognya

Judul blognya My Inspiration, Safruddin bikin deskripsi blognya seperti ini:

Motivation, Inspiration, Wise story, Contemplative, Wise words, Technology, Info, and Successful story.


Oke udda jelas banget baca deskripsi blognya ajja kalo blog ini tu isinya tentang inspirasi-inspirasi, motivasi, info, dan lain-lain. Gw bukan gga menghargai blog semacem ini, cuman gw lebih menghargai blog yang isinya tulisan tangannya sendiri, hasil peras otak, daripada copy paste dari situs lain.

Yah. Uddalah, gw udda terlanjur mampir, dan daripada pulang gga bawa oleh-oleh, gw bawa ajja kata-kata mutiara ini kesini.

Dan ini kata-kata mutiara bagus (buat motivasi idup elo Guys, soalnya gw tau elo butuh motivasi sekarang ini, iya kan? Jawab ajja iya. Bikin seneng gw gitu napa)
Let's check it out.

Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. – Horace Walpole

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya. – Jalaludin Rumi

Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa memberi harapan akan kembali diberi. – Anonim

Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. – Anonim

Tak ada orang yang terlalu miskin sehingga tidak bisa memberikan pujian. – Anonim

Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya. – Jonathan Swift

Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain. – Michel De Montaigne

Seorang konsultan psikologi paling jenius sekalipun tidak lebih mengerti tentang pikiran dan keinginan kita lebih daripada diri kita sendiri. – Anonim

Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas. – Will Dan Ariel Dunant

Do all the goods you can, All the best you can, In all times you can, In all places you can, For all the creatures you can. – Anonim

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. – Baron Pierre De Coubertin

Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan … – Baron Pierre De Coubertin

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. – Charles “tremendeous” Jones

Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang. – Gordon Van Sauter

Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. – Gordon Van Sauter

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. – Alexander Graham Bell

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. – Thomas A. Edison

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak. – John Naisbitt

Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk. – P.t. Barnum

Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus, Tanpa inspirasi…. kita akan binasa. – Walt Disney



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

November 12, 2009

An Imaginary House

Hai Guys, lagi ngapain lo? Hahaha mampir ke blog gw lah, masa lagi nyuci :s

Gw Kemaren apa kemarennya lagi gitu, gw buka blognya si sigit Wawan (ato siapa nama panjang aslinya dia gatau gw), disini blognya dia. Judul blognya an imaginary house terus deskripsinya Sebuah rumah untuk bercerita. Awalnya gw nebak, blog ini pasti tentang diary online. Dan ternyata bener. Sebuah web diary online yang terbengkalai selama beberapa bulan (beberapa bulan?? sssttt iya, daripada gw bilang 'hampir setaun', lebih sopan 'beberapa bulan'. hahahaha). Ringan bahasa yang dia pake. I would visit again soon.


Gw baca-baca, terus gatau kenapa gw suka banget sama kalimat yang Tuhan katakan di chatting itu... Gw repost disini postingannya Sigit Wawan itu:

--------

Pagi ini saya cek email Yahoo dan menemukan satu e-mail forwarding dari teman dekat. Awalnya malas sekali untuk buka, karena kadang e-mail yang ter-forward dari satu orang ke orang lain dan isinya cuma hal-hal yang saya kira membuang waktu dan bandwith. Tapi e-mail forwarding yang satu ini menarik juga. Pikir-pikir, ketimbang lupa satu saat nanti kehapus, saya post disini sekalian. Sayangnya subject aslinya sudah diganti dan tidak ada sumber yang jelas tentang guyon filosofi ini.

Connecting to Heaven & Earth Messenger
Sign in…

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.

Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
………TUHAN has signed out

-------------

Thats.
Touchy abis deh.

NB:
Kalo ada yang mau repost minta ijinnya ke gw lho ya :/
Soalnya hak copas udda ada di tangan gw :/
:p



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Bilik Buka Buku

Hai kalian dimanapun kalian duduk. Kalo pegel-pegel coba deh duduknya sambil senderan. :)

Gw jalan-jalan kali ini ke blognya Ello Aristhosiyoga. Gw visit blog dia soalnya dia minta gw visit balik ke blognya dia setelah dia left comment ke salah satu postingan gw (kalo gga salah yang tentang Ujian Mid), yaudda deh gw jalan-jalan ke blognya si Ello itu.

Pas lagunya Vierra yang judulnya Perih mulai, pas gw masuk ke blognya dia. Dan apa yang terjadi? Gw misuh-misuh Guys! Sumpe!.
"Anjrit bagus banget layout blognya si Ello!!! Dapet darimana apa bikin ya dia", gw maki-maki ke layar laptop gw.

Deskripsi blognya kayak gini. Guys:
talking about books, 'Bilik Buka Buku' & nice's experience (hidup lebih indah bila kita berbagi)
disini blognya

Dari dulu gw heran, gimana sih caranya setting layout yang bagus-bagus di blogspot, sekalinya gw copy paste kode layout yang gw dapet ehhh malah yang ada Mozzila gw nge-hank. Ampun. Abis itu gw ogah deh nyoba-nyoba ganti layout dari pihak ketiga, buat blog gw ini. Masalahnya pas nge-hank itu tu banyak hal yang belom ke-post, padahal gw lagi ngepost secara live waktu itu (apaan ngepost live maksudnya? post postingan ato komentar gitu secara langsung ketik di box-nya. padahal biasanya gw nge-post kan cuman copas dari file word yang udda gw ketik duluan). Seneng kan liat gw sengsara lo? :/ :p

Anyway, gw serius. Serius banget. Banget. Deh. Kalo gw pengen tau caranya apply layout blogspot yang bukan dari template. :''''(


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

November 11, 2009

Riuusa

Riuusa apaan sih? Hahahaha sebenernya lebih tepat sih bukan 'apaan' tapi 'siapa'. Gw ngerasa cewek ini perlu gw ulas lebih dalem. Gw kupas, kalo perlu sampe akar-akarnya.

Riuusa siapa sih? Riuusa itu adalah nickname seorang cewek yang aslinya namanya Riwis Sadati. Dia temen gw. Dunia Tanpa Batas-lah yang mempertemukan kita. Dan dia ternyata blogger juga kea gw :x Blognya dia bisa diliat disini dan disini.

Anyway dia kalo diliat-liat kok mirip ya ama si Ayusitha. **Hahahaha iya kok Sa, elo tu mirip banget sama dia**. Gw kenal dia pertama kali di facebook. Kemudian BERSAMBUNG. ahahahahaha. bentar laper mau maem dulu gw.

Saat Harus Sendiri Menggapai Impian

Okay Guys. Barusan gw 'noteswalking'. Apaan tu?? Sama seperti blogwalking hanya dilakuinnya tu di facebook, jadi walking-walking ke notes temen-temen facebook gitu.

And anyway, ternyata gw gga sendiri. Gw pengen teriak sekenceng-kencengnya kalo I'M NOT ALONE. Tapi karena ini tu pagi buta, gw undur deh teriaknya.

Ada apa? Hahaha gw gga sendiri, banyak yang ngalamin 'Saat harus sendiri menggapai impian' lebih buruk dari yang gw alamin. Mestinya gw bersyukur dengan yang gw alamin.. apapun itu.

Keep Smile :)

Kategori Blogwalking? Why not?

Beberapa saat setelah gw sharing di mig33 sama temen gw si dyer_maker, gw jadi tiba-tiba mikir, eh kenapa ya di blog gw ini justru gada label 'Blogwalking'. Padahal sering lho dulu gw sekedar visit-visit blog orang. Nah kan seru tu kalo gw ceritain di blog gw dan dimasukin ke label Blogwalking. Yaph this is the first time post yang gw masukin ke label Blogwalking.

Ya moga-moga ajja gw rajin blogwalking (kayak rajin makan) lagi kayak dulu.

C u next on the blogwalking label. :)