weLCome to iKainheRe's hOmepaGe

Open youR mind and iMpROve youR LiFe............
Get infoRmation about aLL heRe.

oPen YouR minD

Jika diRimu tak mampu menJadi beRingin, yanG teGak di kaki bukit,
JadiLah saJa beLukaR yanG teRbaik, yanG tumbuh di tepi danau . . . . .
Jika diRimu tak sanGGup menJadi beLukaR, JadiLah saJa Rumput,
tetapi Rumput yanG mempeRkuat tanGGuL, di pinGGiRan JaLan . . . .
Jika diRimu tak mampu menJadi JaLan Raya, JadiLah saJa JaLan setapak,
tetapi JaLan setapak yanG membawa oRanG ke mata aiR . . .
tidak semua menJadi kapten
tentu haRus aDa awak kapaLnYa . . .
JadiLah saJa diRimu .......... be yOuR seLf..
sebaik-baik daRi diRimu sendiRi ^_^

iKainheRe Tells About Her Self

Kenalin, gw Ika. iKainheRe Just the same with another women. iKainheRe
Hanya ajja gw suka banget bikin orang senyum, ketawa, dengan hidangan yang gw suguhkan.
iKainheRe
Gw sangat menghargai preferen, pendapat, masukan, kritikan, tapi bukan menjudge. iKainheRe
iKainheReJust be my self. Dengan style, brave life, color friends, and dunia gw.iKainheRe
iKainheRe Menjadi seorang penulis yang brave, eksis, dan stylish itu gga gampang, semua dari nol. Contemplative comedy gw pilih buat mewakili apa yang pengen gw sampaikan.
Komedi selalu bisa mengungkapkan apa yang tak bisa kita pahami. iKainheRe
Seperti kata Moliere, “The duty of comedy is to correct men by amusing them.” iKainheRe
Banyak orang yang bilang, penulis yang baik adalah penulis yang punya referensi yang banyak, menurut gw itu bener. Banyak-banyaklah nonton film dan baca buku.
Penulis yang baik juga akan selalu mengadopsi dan mempelajari, tapi tidak pernah mencuri.iKainheRe
Mudah-mudahan gw bisa iKainheRe

November 05, 2009

Bahan Ujian Mid Semester Teori Akuntansi

BAB I. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI
Akuntansi sebagai Seni : Akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya, menuntut pertimbangan (judgment) dalam penerapannya.

Akuntansi sebagai sains : Akuntansi sebagai bidang pengetahuan yang menjelaskan fenomena akuntansi secara objektif, apa adanya, dan bebas nilai. Penjelasan dinyatakan dalam bentuk aksioma, proposisi, prinsip umum, atau hipotesis yang tidak langsung berkaitan dengan kebijakan. Pertimbangan dan penyimpulan dituntun oleh kaidah ilmiah (rules of science).

Akuntansi sebagai teknologi : Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan ekonomik. Perekayasaan pelaporan keuangan dalam suatu masyarakat (negara) dalam rangka pencapaian tujuan negara.

Sebagai seperangkat pengetahuan : Mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan dalam suatu lingkungan ekonomik.
Sebagai proses : Proses penyediaan dan pelaporan informasi (pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan, pengklasifikasian, penggabungan, penguraian, peringkasan, dan penyajian data keuangan) dengan cara tertentu.

Teori Akuntansi sebagai Sains : Seperangkat konsep, definisi, dan proposisi (pernyataan) yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi. Fenomena akuntansi yang menjadi perhatian adalah keputusan atau perilaku pihak (manusia) yang berkepentingan dengan akuntansi. Menggunakan metoda yang diemulasi dari metoda ilmiah dalam ilmu alam dengan sasaran menguji kebenaran pernyataan/penjelasan secara ilmiah. Tidak menghasilkan prinsip, metoda, atau teknik akuntansi yang menjadi pilihan kebijakan akuntansi.

Teori Akuntansi sebagai Teknologi : Penalaran logis yang melandasi praktik akuntansi. Proses penalaran untuk menjustifikasi kelayakan praktik atau prinsip akuntansi tertentu. Teknologi melekat pada perekayasaan pelaporan keuangan. Hasil perekayasaan didokumentasi dalam bentuk rerangka konseptual.

Pendekatan Penalaran
Penalaran: Proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi validitas/kelayakan suatu pernyataan, simpulan, penjelasan, atau prinsip.
Deduktif: Menurunkan pernyataan, simpulan, penjelasan, atau prinsip atas dasar konsep umum/dasar yang disepakati dan dianggap benar.
Induktif: Menurunkan pernyataan, simpulan, penjelasan, atau prinsip umum atas dasar pengamatan beberapa kasus atau kejadian.

BAB II. PENALARAN
Argumen : Serangkaian asersi beserta inferensi atau penyimpulan yang terlibat di dalamnya. Simpulan dinyatakan pulan dalam bentuk asersi. Merupakan bukti rasional akan kebenaran suatu pernyataan. Argumen membentuk, memelihara, atau mengubah keyakinan.

Asersi : Penegasan tentang sesuatu hal atau realitas yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau ungkapan. Untuk membatasi asersi universal/umum menjadi spesifik dan menentukan hubungan inklusi, eksklusi, saling-isi. Pengkuantifikasi: sedikit, banyak, tak semua, beberapa, semua.
Jenis Asersi: Asumsi (assumption), Hipotesis (hypothesis),Pernyataan fakta (statement of facts). Fungsi: Sebagai pernyataan premis dan konklusi. Kaidah/prinsip: Kredibilitas konklusi tidak dapat melebihi kredibilitas terendah premis-premis yang diajukan dalam argumen.

Keyakinan : Kebersediaan untuk menerima bahwa suatu asersi adalah benar tanpa memperhatikan apakah argumen valid atau tidak atau apakah asersi tersebut benar atau tidak. Properitas keyakinan: Keadabenaran, Bukan pendapat, Bertingkat, Berbias,Bermuatan nilai, Berkekuatan, Veridikal, Berketertempaan

Indikator premis: oleh karena, karena, mengingat, dengan asumsi
bahwa, jika
Indikator konklusi: oleh karena itu, dengan demikian, maka,
sehingga, sebagai akibatnya

Argumen Deduktif : Argumen yang simpulannya diturunkan dari serangkaian asersi umum yang disepakati atau dianggap benar (disebut premis baik major maupun minor). Pada umumnya berstruktur silogisma sehinga disebut argumen logis (logical argument). Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif adalah kebenaran logis bukan kebenaran empiris (realitas). Kriteria kebenaran logis: Semua premis benar, Konklusi mengikuti semua premis, Semua premis dapat diterima.

Argumen Induktif : Argumen yang simpulannya merupakan perampatan atau generalisasi dari keadaan atau pengamatan khusus sebagai premis. Generalisasi menjadikan argumen induktif merupakan argumen ada benarnya (plausible argument) bukan argumen pasti benarnya atau logis (logical argument).

Argumen Sebab-akibat : Argumen untuk mendukung bahwa perubahan faktor tertentu disebabkan oleh faktor yang lain. Kriteria Penyebaban: Faktor sebab bervariasi dengan faktor akibat (efek), Faktor sebab terjadi sebelum atau mendahului faktor akibat, Tidak ada faktor lain selain faktor sebab yang diidenfikasi.

Kecohan/Fallacy : Keyakinan semu atau keliru akibat orang terbujuk oleh suatu argumen yang mengandung catat (faulty) atau tidak valid. Orang dapat terkecoh akibat taktik membujuk selain dengan argumen yang valid. Orang dapat mengecoh atau terkecoh lantaran: Stratagem – (Persuasi taklangsung, Membidik orangnya, Menyampingkan masalah, Misrepresentasi, Imbauan cacah, Imbauan autoritas, Imbauan tradisi, Dilema semu, Imbauan emosi), Salah nalar (reasoning fallacy) – (Menegaskan konsekuen, Menyangkal anteseden, Pentaksaan, Perampatan-lebih, Parsialitas, Pembuktian dengan analogi,Merancukan urutan kejadian dengan penyebaban, Menarik simpulan pasangan), Aspek manusia dalam berargumen – (Puas dengan penjelasan sederhana, Kepentingan mengalahkan nalar, Sindroma tes klinis, Mentalitas Djoko Tingkir, Merasionalkan daripada menala, Persistensi, Fiksasi fungsional.

BAB III. PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN

Pelaporan Keuangan: Bagaimana informasi akuntansi dalam suatu masyarakat (negara) diatur, disediakan, dan disampaikan untuk mencapai tujuan tertentu (sosial dan ekonomik). Pelaporan keuangan yang berjalan merupakan hasil dari perekeyasaan pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan meliputi struktur dan proses.

Statement Keuangan : Statemen keuangan merupakan media utama atau ciri utama pelaporan keuangan. Prinsip akuntansi berterima umum (PABU), terutama standar akuntansi, menentukan bentuk, isi, dan susunan statemen keuangan. Pedoman resmi yang membentuk PABU ditetapkan dengan cara saksama (due process).

Perekayasaan Pelaporan Keuangan : Proses pemikiran logis dan objektif untuk membangun suatu struktur dan mekanisma pelaporan keuangan dalam suatu negara untuk menunjang pencapaian tujuan negara. Perekayasaan melibatkan pemilihan dan pertimbangan ideologi, teori, konsep dasar, dan teknologi yang tersedia secara praktis dan teoretis dengan mempertimbangkan faktor lingkungan negara. Hasilnya Didokumentasi dalam bentuk Rerangka Konseptual (Concpetual Framework) yang dapat dianalogi fungsinya dengan Konstitusi.
Langkah-langkah perekayasaan:
1. Penentuan konsep dasar atau postulat
2. Penetapan tujuan pelaporan
3. Pengidentifikasian pihak yang dituju oleh pelaporan
4. Pemilihan dan penentuan informasi yang diperlukan
5. Penentuan cara menyampaikan informasi
6. Pengidentifikasian kendala-kendala pelaporan
7. Penyusunan dokumen resmi dalam bentuk pernyataan konsep
8. Penetapan standar akuntansi dan perancangan sistem akuntansi dalam rangka penerapan standar

Rerangka Konseptual (FASB) : Beberapa tujuan dan hal mendasar yang saling berkaitan yang membentuk suatu sistem/rerangka terpadu yang dapat menghasilkan standar akuntansi yang konsisten dan yang menetapkan sifat, fungsi, dan keterbatasan pelaporan keuangan dan statemen keuangan.
Sasaran: Melayani kepentingan publik dengan menjediakan struktur dan haluan pelaporan akuntansi dan keuangan untuk memfasilitasi penyediaan informasi keuangan dan yang berkaitan secara objektif yang bermanfaat dalam membantu bekerjanya pasar modal dan lainnya secara efisien dalam rangka alokasi sumber ekonomik (langka) dalam perekonomian masyarakat (negara).
Manfaat/Fungsi: Pedoman bagi penyusun standar, Acuan pemecahan masalah praktik akuntansi, Batas pertimbangan penyusunan statemen keuangan, Pendidikan dalam pemahaman dan peningkatan keyakian, Peningkatan keterbandingan antarperusahaan.
Komponen Konsep: Tujuan pelaporan keuangan, Kriteria kualitas informasi, Elemen-elemen statemen keuangan, Pengukuran dan pengakuan. Tiap komponen dinyatakan dalam bentuk pernyataan konsep (Statement of Financial Accounting Concept) .

BAB IV. RERANGKA KONSEPTUAL

Tujuan Pelaporan Keuangan: Merupakan langkah penting dalam perekaya-saan pelaporan keuangan, Menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang harus dipilih, Menuntut pengidentifikasian pihak yang dituju.

Elemen-elemen Statement Keuangan: Aset (assets), Kewajiban (liabilities), Ekuitas (equities), Investasi oleh pemilik (investments by owners), Distribusi ke pemilik (distributions to owners), Laba komprehensif (comprehensive income), Pendapatan (revenues), Biaya (expenses), Untung (gains), Rugi (losses), Aliran kas dari operasi (cash flows from operating activities), Aliran kas dari investasi (cash flows from investing activities), Aliran kas dari pendanaan (cash flows from financing activities)

Pengukuran: Berapa jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek (elemen atau pos) sesuai dengan atributnya sehingga jumlah tersebut merepresentasi atribut yang ingin disajikan serta besarnya atribut dapat dirasakan dan diantarbandingkan. Dalam konteks rerangka konseptual, pengukuran lebih diarahkan pada penilaian yaitu jumlah yang harus disajikan dalam statemen keuangan. Atribut: Kos historis (historical cost), Kos sekarang (current cost), Nilai pasar sekarang (current market value), Nilai terrealisasi/pelunasan neto (net realizable/ settlement velue), Nilai sekarang atau diskunan aliran kas masa datang (present or discounted value of future cash flows)

Pengakuan: Konseptual: penyajian suatu informasi melalui seperangkat statemen keuangan sebagai ciri central perlaporan keuangan. Diperlukan kriteria umum atau fundamental. Teknis: pencatatan secara resmi (penjurnalan) suatu jumlah rupiah hasil pengukuran ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terrefleksi dalam elemen atau pos bersangkutan.

Nilai Sekarang Dalam Pengukuran Akuntansi:
Saat pengukuran:
– Saat pengakuan mula-mula (at initial recognition)
– Baru mulai (fresh-start)
Penentuan aliran kas masa datang:
– Taksiran terbaik (best estimate)
– Aliran kas estimasian (estimated cash flows)
– Aliran kas harapan (expected cash flows)
Nilai sekarang aliran kas masa datang:
– Nilai sekarang (present value)
– Nilai sekarang harapan (expected present value)
Nilai wajar

BAB V. KONSEP DASAR
Sumber Konsep Dasar: IAI/IASC, Paul Grady, Accounting Principles Board (APB), Wolk, Tearney, dan Dodd, Anthony, Hawkins, dan Merchant, Paton dan Littleton, Sumber lain (buku-buku akuntansi keuangan pada umumnya termasuk buku-buku teori akuntansi)

Konsep Dasar Paton dan Littleton: Entitas bisnis atau kesatuan usaha (business entity), Kontinuitas usaha (continuity of activity), Penghargaan sepakatan (measured consideration), Kos melekat (costs attach), Upaya dan hasil/capaian (effort and accomplishment), Bukti terverifikasi dan objektif (verifiable, objective evidence), Asumsi (assumptions). Karakteristik Konsep dasar P&L: Cukup mendasar, Koheren (saling berkaitan secara logis), Menjelaskan konsep dasar lain yang merupakan turunannya

1. Kesatuan Usaha
Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dipandang sebagai badan atau orang yang: berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dari pemilik. Konsep ini didukung secara administratif dan yuridis. Batas kesatuan adalah ekonomik bukan yuridis.
Implikasi Konsep Kesatuan Usaha:
• Perusahaan menjadi pusat perhatian akuntansi dan subjek pelaporan
• Hubungan perusahaan dan pemilik merupakan hubungan bisnis sehingga perlu adanya pertanggungjelasan
• Ekuitas bermakna sebagai “utang” perusahaan kepada pemilik (Gambar 5.2)
• Pendapatan merupakan kenaikan aset (Gambar 5.3)
• Biaya merupakan penurunan aset (Gambar 5.3)
• Sistem berpasangan dalam pencatatan dan pelaporan
• Persamaan akuntansi bukan persamaan aljabar
• Statemen keuangan berartikulasi (Gambar 5.4)

2. Kontinuitas Usaha
Kesatuan usaha akan berlangsung terus bila tidak ada gejala atau rencana untuk membubarkannya. Dipertimbangkan pada saat penyusunan statemen keuangan. Lawan/pasangan konsep likuidasi. Dasar validitas konsep: Masa datang tidak pasti, Kelangsungan hidup merupakan harapan umum
Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha:
• Laba periodik menjadi informasi penting dalam menilai daya melaba (earning power)
• Statemen laba-rugi periodik merupakan penggalan aliran laba jangka panjang sehingga bersifat tentatif
• Statemen laba-rugi periodik harus disajikan secara komparatif atau serial
• Fluktuasi laba tahunan adalah hal wajar sehingga untung/rugi luar biasa harus masuk dalam statemen laba-rugi (mendasari all-inclusive)
• Neraca merupakan sarana untuk menunjukkan sisa potensi jasa bukan nilai perusahaan
• Dengan berjalannya waktu, makin ke kanan sumber ekonomik kesatuan usaha akan semakin besar.
• Aliran masuk pendapatan dan biaya tentunya juga makin besar.
• Karena neraca menunjukkan sisa potensi jasa pada suatu saat, pengukuran pos-pos nya berbasis kos historis.

3. Penghargaan Sepakatan
Jumlah rupiah atau penghargaan sepakatan yang terlibat dalam tiap transaksi atau pertukaran merupakan pengukur dan bahan olah akuntansi yang paling objektif. Dasar validitas konsep: Sebagian kegiatan perusahaan melibatkan pertukaran, Kesepakatan dua pihak independen menjamin objektivitas dan keterandalan pengukuran.
Asumsi/Implikasi Penghargaan Sepakatan:
• Pihak yang melakukan pertukaran merupakan pihak yang independen dan setara dalam hal kemampuan dan kehendak (arm’s length bargaining).
• Satuan mata uang stabil.
• Kos merupakan pengukur bukan elemen statemen keuangan.
• Biaya tidak tepat sebagai padan kata cost.
• Kos merepresentasi besarnya jasa di balik angka kos.
• Kos merupakan pengukur semua elemen statemen keuangan yang berbasis kos historis (Gambar 5.7).

4. Kos Melekat
Kos melekat pada objek yang direpresentasinya. Gabungan berbagai objek untuk membentuk objek baru hanya memerlukan gabungan kos yang melekat pada tiap objek pembentuk. Dasar validitas konsep: Tujuan penelusuran kos adalah untuk merunut upaya, Kos dapat dipecah dan digabung seakan-akan mempunyai daya saling mengikat, Dilandasi kos terkandung (embodied cost)
Implikasi Kos Melekat:
• Aliran fisis operasi direpresentasi dalam aliran kos.
• Kos mengalami tiga tahap perlakuan: pemerolehan, penelusuran, dan pembebanan.
• Penggabungan kos tidak memperhitungkan/ mengakui tambahan utilitas objek yang diikuti.
• Manfaat baru diakui setelah ada kesepakatan pihak independen terhadapnya (Gambar 5.8).
• Produk menjadi wadah penggabungan kos yang mudah dikaitkan dengan produk.
• Perioda menjadi wadah penggabungan kos yang tidak mudah dikaitkan dengan produk.

5. Upaya dan Hasil
Biaya merupakan upaya dalam rangka mencapai hasil atau capaian berupa pendapatan. Jadi, biaya (penyerahan barang dan jasa) menimbulkan pendapatan bukan sebaliknya, pendapatan menanggung biaya. Dasar validitas konsep: Untuk mendapatkan sesuatu orang harus berusaha, Pada umumnya, orang mengharapkan upayanya membuahkan hasil, Upaya dilakukan dengan senang hati dan bukan beban, siksaan, atau cobaan, Hasil pada umumnya sepadan dengan upaya.
Implikasi Upaya dan Hasil:
• Perlunya basis asosiasi untuk penentuan laba yang bermakna.
• Produk merupakan penakar untuk mengasosiasi pendapatan dan biaya yang ideal.
• Laba akuntansi merupakan residual hasil penandingan.
• Hanya kos aktual yang ditandingkan.
• Dianutnya asas akrual.
• Depresiasi merupakan bagian dari upaya.
• Penandingan upaya dan hasil dari perspektif jangka panjang.

6. Bukti Terverifikasi dan Objektif
Kebermanfaatan informasi akan tinggi kalau informasi didukung dengan bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya. Terverifikasi: memungkinkan orang untuk meyakinkan kebenaran akan sesuatu. Objektif: penentuan kebenaran didasarkan atas fakta bukan subjektivitas. Akuntansi mendasarkan diri pada objektivitas relatif sesuai dengan keadaan yang melingkupi.
Implikasi Bukti Terverifikasi dan Objektif:
• Menentukan tingkat kewajaran dalam pengauditan.
• Tingat keobjektifan bukti harus dilihat dalam perspektif jangka panjang.
• Bukti dalam akuntansi tidak harus sama dengan bukti yuridis.
• Keterverifikasian dan keobjektifan bukti dalam akuntansi bersifat relatif atau bertingkat (terbaik diperoleh) bukannya mutlak.

7. Asumsi
Konsep dasar merupakan asumsi atau paling tidak dilandasi oleh asumsi-asumsi tertentu.
• Harapan atau pengalaman umum menjadi landasan konsep kontinuitas usaha.
• Perioda satu tahun diasumsi tidak terlalu pendek atau panjang.
• Kos sebagai pengukur dilandasi asumsi bahwa orang bertindak rasional.
• Unit moneter digunakan sebagai pengukur didasarkan pada asumsi bahwa mata uang stabil.
• Penekanan pada penentuan laba didasarkan pada asumsi bahwa tujuan umum perusahaan adalah mencari laba.

Konsep Dasar Penting Lain: Pengakuan hak milik pribadi, Keanekaragaman antarentitas, Konservatisma (Sikap dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengambil keputusan atas dasar munculan yang terjelek. Implikasi akuntansi: Dalam kondisi ketidakpastian, akuntansi akan memilih perlakuan atau menentukan standar atas dasar munculan yang kurang menguntungkan. Akibatnya, biaya/rugi segera diakui walaupun belum pasti terjadi sementara pendapatan/untung tidak diantisipasi atau diakui walaupun cukup pasti terjadi), Pengendalian internal menjamin keterandalan data.

Manfaat Konsep Dasar:
• Menjadi komponen argumen dalam penalaran logis pada tingkat perekayasaan, penetapan standar, atau penerapan standar.
• Terrefleksi di basis penyimpulan (basis for conclusion) dalam rerangka konseptual sebagai hasil perekayasaan.
• Terrefleksi di latar belakang penyimpulan (background information) dalam pernyataan standar akuntansi.
• Terrefleksi di kebijakan akuntansi (accounting policy) perusahaan dalam buku pedoman akuntansi.




iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sertakan juga alamat blog anda dalam komentar anda
atau alamat website anda

TerimaKasih