weLCome to iKainheRe's hOmepaGe

Open youR mind and iMpROve youR LiFe............
Get infoRmation about aLL heRe.

oPen YouR minD

Jika diRimu tak mampu menJadi beRingin, yanG teGak di kaki bukit,
JadiLah saJa beLukaR yanG teRbaik, yanG tumbuh di tepi danau . . . . .
Jika diRimu tak sanGGup menJadi beLukaR, JadiLah saJa Rumput,
tetapi Rumput yanG mempeRkuat tanGGuL, di pinGGiRan JaLan . . . .
Jika diRimu tak mampu menJadi JaLan Raya, JadiLah saJa JaLan setapak,
tetapi JaLan setapak yanG membawa oRanG ke mata aiR . . .
tidak semua menJadi kapten
tentu haRus aDa awak kapaLnYa . . .
JadiLah saJa diRimu .......... be yOuR seLf..
sebaik-baik daRi diRimu sendiRi ^_^

iKainheRe Tells About Her Self

Kenalin, gw Ika. iKainheRe Just the same with another women. iKainheRe
Hanya ajja gw suka banget bikin orang senyum, ketawa, dengan hidangan yang gw suguhkan.
iKainheRe
Gw sangat menghargai preferen, pendapat, masukan, kritikan, tapi bukan menjudge. iKainheRe
iKainheReJust be my self. Dengan style, brave life, color friends, and dunia gw.iKainheRe
iKainheRe Menjadi seorang penulis yang brave, eksis, dan stylish itu gga gampang, semua dari nol. Contemplative comedy gw pilih buat mewakili apa yang pengen gw sampaikan.
Komedi selalu bisa mengungkapkan apa yang tak bisa kita pahami. iKainheRe
Seperti kata Moliere, “The duty of comedy is to correct men by amusing them.” iKainheRe
Banyak orang yang bilang, penulis yang baik adalah penulis yang punya referensi yang banyak, menurut gw itu bener. Banyak-banyaklah nonton film dan baca buku.
Penulis yang baik juga akan selalu mengadopsi dan mempelajari, tapi tidak pernah mencuri.iKainheRe
Mudah-mudahan gw bisa iKainheRe

Februari 17, 2010

Text Messaging on Twitter

Setting up your phone allows you to:

Send tweets with text messaging on your phone.

Receive texts for DMs and the tweets from users you want to be notified about.

Clicking the phone icon on a users profile page or your followers page sets Tweet notifications for that user.

Do more than Tweet! Send these commands to Twitter:

FOLLOW username
Start following a user

UNFOLLOW username
Stop following a user

ON/OFF
Turn all Tweet notifications on or off

ON/OFF username
Set Tweet notifications for a user on or off (you'll still be following them even if you set it to off)

GET username
Shows you the latest tweet from any user

RT username
Retweet a user's latest tweet

FAV username
Favorite a user's latest tweet

D username your-message
Send a direct message to a user



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Februari 15, 2010

RPM Konten

Saya sangat menolak sterilisasi internet dan peraturan represif. Saya juga sangat menolak rancangan peraturan Menteri Kominfo tentang konten.

Pada intinya saya menolak campur tangan pemerintah yang berlebihan dalam kegiatan online!!

RMP konten multimedia harus ditolak!!

Pake hastag ini di Twitter:
#tolakRPMkonten
dan
#selamatkaninternet

"every tool is a weapon if you hold it right."

Catatan Usang

Kembali ke masa kini dengan mata bersinar oleh perasaan yang mendalam. Tapi aku tak pernah bertemu dengan orang yang menulis kata-kata itu. Dia pergi sebelum aku punya kesempatan untuk mengenalnya lebih dalam. Tapi satu hal yang aku tahu tentang dirinya, seumur hidup dia belum pernah mengikuti jalannya sendiri. dia melakukan saja apa yang disuruh orang. Dia melakukan semua yang diharapkan orang darinya tapi tak pernah membuat pilihannya sendiri. Tak pernah mencoba membuat impiannya sendiri menjadi kenyataan

Februari 12, 2010

These Colorfull Days Has Come

Rasanya lama sekali gw gga menulis disini. Gw punya banyak cerita buat gw bagi. Tapi entah memulainya dari mana untuk menceritakannya.



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Januari 30, 2010

cassanova......

cassanova...... ?
'cassanova......' itu nick mig33 yang baru ajja gw resend.
*spelling cassanova*
enak ya dengernya...
c a s s a n o v a ^^



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Januari 26, 2010

When Something Becomes Nothing

Selesai Ashar barusan gw berbisik:

Well, Its all rite, I'm okay I think God can explain,,


but apa? still, I can feel the pain....
running through the rain until the pain near to the end bakalan gw lakuin seandainya pain ini bisa hilang...

Oh God, please forgive me
Im totally changed now, I'm full of sin...
I'm nothing
I just wanna be special
When something becomes nothing, is it natural?

God please help me through this...

The Colors of 25 Days of 75 Days

Sancaka yang dulu masih terlalu megah untuk kubuang ke dalam sampah hati, dan terlalu sulit di daur ulang masuk ke dalam memory ataukah pengalaman, tapi tidak kini... Aku tersenyum melihat lajunya, akan aku ukir lagi kini, senyum, tawa, riang, yang selama ini hilang di kota itu. Rasaku kini bangkit, terima kasih aura malam yang selama ini melahirkan indah sinar yang dapat menentramkan galauku.. Aku sungguh berterima kasih padamu.. Hilanglah bersama pagi, aku akan tetap tersenyum, agar semua tidak sia-sia.

Indonesia of Mbulet

Jum'at 25 Januari 2010 terjadi versus versus lagi. Kali ini antara dia yang mengaku-ngaku ahli IT padahal bukan dan menuduh pihak lain mengaku-ngaku ahli IT padahal bukan, dengan dia yang anggota HTCIA.com.

Here the story began...

SMS dia kirim ke beberapa wartawan dan polisi, isi smsnya (kurang lebih) adalah:

Saya dengar Mabes Polri akan mempermasalahkan Rb2A yang selama ini mengaku-ngaku ahli IT Mabes Polri. Padahal bukan dan malah memperagakan cara-cara kriminal di TV?


lanjut

The Color of 100 Days

sound system mati

joke

Indonesia's watergate

Cicak VS Buaya (akhirnya jadi Buaya VS Buaya)

Susno Duadji VS Kapolri

Century

demo

protes

no-media coverage (nggak tau no-media coverage atau emang nggak kerja deh)

China-AFTA

cekal buku

ahli IT VS non-ahli IT

album kompilasi


Then? Saatnya people power keluar. Parlemen gedung nggak bisa wujudin aspirasi rakyat jadinya ya Parlemen Jalanan bakalan lahir.

Turun atau people power bertindak! Maaf gada kesempatan kedua, Bung. Bukan grup band Tangga!!

Januari 25, 2010



If I hugged you, would you never let go?
If I kissed you, would you cherish that moment?
If I reached for your hand, would you take mine gently?
If I needed a shoulder, would you let me cry on yours?
If I needed to talk, would you really listen?
If I needed to scream, would you do it with me?
If I needed to go, would you come with me?
If I fell for you, would you catch me? or just let me hit the pavement?

Is it love?

"There is no such word as "loved"... love has no past tense If you ever stop loving someone, then you never truly loved them in the first place... "

Just a cute little quote that I found a long time ago and just remembered. It really is true. If you can easily fall out of love with a person then I doubt you were really in love. I hate it when people say "I loved her" or "I loved him" or especially "we were in love". You either still love them or you never did. The word love is so often overused. My philosphy is: say it if you mean it, and only if you mean it. Never say "I love you" to satisfy someone else. On the other hand, if you do mean it, TELL that person all the time. Let them know you care . Haha so there is a little look inside my head and my random thoughts that float around in there.
Ada banyak teori yang mencoba untuk mendefinisikan cinta, namun kali ini gw akan membahas teori cinta dari Sternberg yang dikenal dengan The Triangular Theory of Love. Menurut si Sternberg, cinta bisa lebih dimengerti dengan menguraikannya menjadi tiga komponen yaitu commitment, passion, dan intimacy.

Commitment : komitmen terdiri dari komitmen jangka pendek dan jangka panjang. Komitmen jangka pendek adalah komitmen untuk mencintai seseorang, sementara komitmen jangka panjang adalah kesediaan untuk mempertahankan cinta tersebut. Dua jenis komitmen ini tidak selalu berjalan beriringan dalam sebuah hubungan cinta. Adakalanya keputusan untuk mencintai tidak diikuti oleh komitmen untuk mempertahankan cinta tersebut. Dan ada pula individu yang mempertahankan hubungan cinta meskipun tidak ada lagi rasa cinta di dalamnya.
Passion : dorongan yang mengarah pada hal-hal romantis, ketertarikan fisik, aktivitas seksual dan gairah dalam menikmati suatu hubungan cinta.
Intimacy : suatu perasaan akrab atau dekat serta terikat secara emosional.
Ketiga komponen di atas dapat saja hadir dalam suatu cinta, namun ada pula hanya satu atau dua komponen yang membentuk suatu cinta. Kombinasi dari komponen-komponen yang ada dalam suatu cinta menentukan bagaimana individu mencintai pasangannya.

Liking adalah hasil dari komponen intimacy saja tanpa passion maupun commitment. Dalam liking ada perasaan dekat, terikat secara emosional, dan adanya kehangatan dalam hubungan namun tanpa gairah yang besar dan komitmen jangka panjang. Apabila hanya komponen passion saja yang ada, maka cinta itu disebut dengan infatuation. Ini adalah jenis cinta pada pandangan pertama atau cinta yang mengandung obsesi dan idealisasi terhadap pasangannya. Ada dua masalah yang biasanya muncul dalam cinta ini, yang pertama adalah individu sebenarnya mencintai seseorang yang diidealkan, bukan yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Dengan demikian jenis cinta ini akan menimbulkan frustasi saat menyadari bahwa pasangannya bukanlah seseorang yang selama ini ia idealkan. Masalah kedua adalah jenis cinta ini cenderung menjadi obsesif dan melelahkan serta menghabiskan waktu dan energi. Jenis cinta ini juga mengakibatkan subjek yang dicintai merasa tidak nyaman karena ia menyadari bahwa cinta tersebut lebih merupakan suatu proyeksi dari kebutuhan pasangannya namun dirinya tidak merasa diterima dan dicintai apa adanya.

Next ada yang disebut sebagai empty love, yaitu jenis cinta yang hanya mengandung commitment. Jenis cinta ini dihasilkan oleh individu yang memutuskan untuk menjalin hubungan walaupun tidak ada passion dan intimacy. Biasanya jenis cinta ini hadir pada hubungan yang dilakukan atas dasar perjodohan dan hubungan yang berlandaskan rasa tanggung jawab atau hutang budi terhadap orang lain. Sekalipun demikian, hubungan cinta seperti ini dapat saja menjadi awal berkembangnya komponen cinta yang lain yakni intimacy dan passion.

Pada romantic love, terdapat kombinasi antara intimacy dan passion. Individu dekat secara fisik dan emosional dengan pasangan tetapi mengabaikan komitmen. Sementara jika komponen intimacy dan commitment yang membentuk cinta, perpaduan tersebut akan menghasilkan companionate love. Biasanya jenis cinta ini dialami oleh pasangan yang telah menikah dalam waktu yang lama dimana ketertarikan fisik (passion) sudah berkurang.

Dalam fatuous love, komponen yang ada adalah passion dan commitment, dimana cinta berkembang dalam waktu singkat setelah adanya suatu ketertarikan fisik satu sama lain dan segera dilanjutkan dengan komitmen tanpa terlebih dahulu ada kesempatan untuk mengembangkan intimacy lebih jauh. Cinta ini dapat terjadi pada pasangan yang berhubungan jarak jauh setelah menikah karena pekerjaan, sementara waktu untuk bersama sangat terbatas.

Terakhir yaitu cinta yang diisi oleh ketiga komponen cinta yang disebut sebagai consummate love. Jenis cinta inilah yang disebut Sternberg sebagai ‘cinta yang lengkap’. Inilah jenis cinta yang selama ini diinginkan dan diusahakan oleh banyak orang namun tidak mudah untuk membangunnya. Menurut Sternberg, bukan hanya untuk mencapai jenis cinta ini yang sulit, namun mempertahankannya pun juga sulit...



iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Januari 21, 2010

this Comfort Zone...

Comfort zone atau zona nyaman, kosakata yang sering banget kita dengar dan mungkin tanpa sadar membawa kosakata tersebut dalam pembicaraan kita sehari-hari. Apa sih comfort zone itu? Intinya sih, comfort zone itu merupakan suatu tahap dalam kehidupan yang kita jalani tanpa rasa kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan dan biasanya tidak banyak terlalu banyak menghadapi resiko. Ini sih definisi versi gw lho ya..Kalo mau lebih lengkapnya, monggo di-googling :D


Hmm..jujur ajja saat ini gw memang sedang berada dalam zona nyaman. Entah sampai kapan, tidak ada yang tau. Perubahan itu terjadi kapan saja, bahkan tiap detik bukan? Lalu, apakah elo termasuk orang yang betah berlama-lama di dalam sana? Namanya juga zona nyaman, apa-apa yang terjadi di dalam sana pasti membuat elo nggak mau beranjak. Tapi tak jarang pula terbersit rasa takut bahwa berlama-lama di sana akan membuat diri ini tidak berkembang, tidak tertantang sehingga tidak mengalami pencapaian-pencapaian yang lebih tinggi lagi dari waktu ke waktu.


Dalam waktu dekat atau jauh, pilihan untuk meninggalkan zona nyaman atau tidak pasti datang. Gw kadang bertanya-tanya, siapkah gw? Dengan segala kenyamanan ini, apa gw berani meninggalkannya? Butuh keberanian memang, karena di luar sana begitu banyak tantangan dan resiko yang tidak temui sebelumnya di sini. Keluar dari zona nyaman untuk kehidupan yang lebih baik, apa sudah pasti lebih baik? Semua itu sudah tentu kembali kepada diri sendiri. Bagaimana membuat sesuatu yang baru itu menjadi sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat, tentu saja dengan usaha yang lebih. Toh Yang Diatas sudah memberikan kita begitu banyak kemampuan yang bakal karatan kalau tidak digunakan dengan optimal.

Untuk saat ini sih, gw baru menikmati zona nyaman gw, mumpung masih bisa merasakan. Namun, jika pilihan itu datang, gw siap. Siap untuk memilih dan mempertimbangkan plus minusnya antara meninggalkan zona nyaman gw atau membuat zona nyaman yang baru sehingga dengan sendirinya zona tersebut akan semakin luas bukan?



Jakarta, 19 Januari 2010


tulisan ini dipublikasikan pertama kali di blog personal saya tanggal 21 Januari 2010 Pukul 07:58pm WIB. [blog address protected demi kebaikan beberapa pihak] ^^


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::

Koridor Kosong Itu...

Bau ini selalu membuatnya merinding. Bagi Amira, bau itu selalu melambangkan segalanya yang berhubungan dengan akhirat. Di sepanjang koridor kosong itu, hanya ada dia dan kakek dan bau cairan pembersih yang keras yang hampir menutupi bau penyakit. Amira masih ingat betul saat-saat dimana pemandangan dan wangi masa lalu makin nyata di sekelilingnya, sekelumit kekhawatiran muncuk dibenaknya. Masa lalunya kini membanjiri pikirannya, walaupun dia sudah berusaha keras bertahan dalam masa sekarang. Ini belakangan makin sering terjadi. Dia pun merasakan dirinya hanyut dalam lautan kenangan, kembali ke dunia yang sudah lama ditinggalkannya.

Amira belajar nilai sesungguhnya dari kehidupan yang selama ini dianggapnya enteng, dan dia sadar betapa tragisnya menyia-nyiakan hidup untuk apapun yang menghalanginya untuk sungguh-sungguh hidup, tapi itu semua terlambat, ketika suatu haru sepuluh tahun yang lalu, waktu dia duduk menunggu di koridor, persis seperti ini, hendak menengok ibunya yang sakit, yang paling dia ingat jelas dari hari itu adalah bau cairan pembersih sementara dia melihat sesorang berpakaian jas berwarna putih berbicara pada ayahnya dengan suara rendah diluar kamar ibunya. Seseorang berpakaian jas berwarna putih itu dokter yang merawat ibunya, sesekali melirik Amira dengan pandangan bersimpati. Amira tidak bertemu ibunya sejak itu. Pada hari itu jugalah ayahnya berhenti tersenyum dan mulai sering bersikap dingin, dan semakin dingin padanya, juga murung, suasana hati ayahnya yang dulu selalu bisa dienyahkan oleh ibunya. Hari itu Amira merasa dia telah kehilangan kedua orang tuanya sekaligus dalam koridor yang dibencinya itu, hingga dia memilih untuk hidup bersama kakek ketimbang ayahya.

Hampir sepuluh tahun dia hidup bersama kakek. Dia merasa lebih dekat dengan kakeknya daripada ayahnya. Hanya dengan kakeknya dia merasa nyaman dan berani menjadi dirinya sendiri. Ayahnya amat jarang menghiraukannya. Amira tidak ingat sudah berapa kali dia menelepon ayahnya kala dia sedang kesal dan perlu mencurahkan perasaannya, namun itu adalah bau cairan pembersih sementara dia melihat sesorang berpakaian jas berwarna putih berbicara pada ayahnya dengan suara rendah diluar kamar ibunya. Seseorang berpakaian jas berwarna putih itu dokter yang merawat ibunya, sesekali melirik Amira dengan pandangan bersimpati. Amira tidak bertemu ibunya sejak itu. Pada hari itu jugalah ayahnya berhenti tersenyum dan mulai sering bersikap dingin, dan semakin dingin padanya, juga murung, suasana hati ayahnya yang dulu selalu bisa dienyahkan oleh ibunya. Hari itu Amira merasa dia telah kehilangan kedua orang tuanya sekaligus dalam koridor yang dibencinya itu, hingga dia memilih untuk hidup bersama kakek ketimbang ayahya.

Hampir sepuluh tahun dia hidup bersama kakek. Dia merasa lebih dekat dengan kakeknya daripada ayahnya. Hanya dengan kakeknya dia merasa nyaman dan berani menjadi dirinya sendiri. Ayahnya amat jarang menghiraukannya. Amira tidak ingat sudah berapa kali dia menelepon ayahnya kala dia sedang kesal dan perlu mencurahkan perasaannya, namun ayahnya tak pernah ada untuknya, seperti itu, tapi kakek selalu membuatnya tetap menyayangi sang ayah. Saat ayahnya jatuh sakit karena kanker yang ternyata telah diidapnya bertahun-tahun ini, dia tentu sedih, sesungguhnya dia begitu menyayangi ayahnya. Semua impian dan cita-cita Amira masih belum berubah sejak masa kanak-kanaknya dulu. Tapi kini, pada saat dia seharusnya sudah mewujudkan harapan-harapannya itu, tiba-tiba dia dihadapkan pada masa depan yang amat berbeda. Masa depan yang tak pernah direncanakannya. Amira adalah gadis yang melakukan semua yang diharapkan orang darinya tapi dia tak pernah membuat impiannya sendiri menjadi kenyataan. Dia tak pernah mengikuti kata hatinya, dia tahu apa yang ingin dilakukannya, tapi dia harus berkutat dengan apa yang dia tahu diharapkan orang lain darinya.

Amira mendesah panjang, teringat kakek pernah berkata,
"Di dalam diri, setiap orang sejatinya mempunyai kuasa untuk mengubah hidupnya, tak seorangpun bisa mengajarkan bagaimana kita harus menjalani hidup, kalau kita tidak memberi mereka kuasa it, setelah kita ambil kembali kuasa itu, barulah kita bisa mulai hidup demi diri kita sendiri."

Amira tidak ingin menjadi orang yang tak pernah mencoba melakukan hal-hal yang luar biasa, atau yang tak pernah berani menghidupkan impiannya. Kita memang tidak boleh takut pada perubahan, hidup itu dimaknai oleh perubahan. Kita semestinya takut kalau kita sama sekali tak pernah berubah.

"Kau pulanglah dulu, Nak,"
Kata-kata kakeknya membuyarkan alam lamunannya seketika. Melihat maya Amira yang berkaca-kaca, kakek melanjutkan,

"Ayahmu pasti sembuh,"

"Aku tidak bisa berpikir jernih," kata Amira

"Kembalilah kesini lagi besok pagi, setelah pikiranmu jernih," jawab kakek.

Amira memandangi tembok kosong dihadapannya. Ditariknya napas dalam-dalam, lalu mengangguk. Amira meninggalkan rumah sakit tempat ayahnya dirawat, meninggalkan koridor kosong tempatnya berada semula. Lampu-lampu kota menenggelamkan semua cahaya bintang, kecuali mungkin bintang yang paling terang. Perjalanan pulang dengan berjalan kaki itu membuatnya menengadahkan kepala ke langit sejenak. Andaipun tidak, dia tak mungkin melihat bintang-bintang itu karena seperti begitu banyak orang lain seperti dirinya yang hanya memusatkan perhatian pada apa yang ada di hadapan mereka, tak pernah terpikir olehnya untuk sekadar mendongak dan mengarahkan pandangan kee langit, meski hanya sesaat. Sambil memperhatikan selumut bintang cemerlang yang membentuk galaksi Bima Sakti dan memanjang dari cakrawala ke cakrawala sehingga langit terbelah menjadi dua. Penuh rasa takjub tiap kali melihat dunia sekitarnya, ketakjuban yang terlalu cepat hilang oleh waktu. Memang begitu, ketika malam tiba dan langit lapang tak berawan, bintang-bintang memancarkan cahaya terang benderang. Selalu begitu tiap malam, kecuali kalau kecemerlangan mereka dikalahkan oleh pijar cahaya bintang paling terang dan berpindah-pindah. Bintang-bintang diatas sana begitu banyak memenuhi langit, sehingga rasanya bisa dipegang andai dia mengulurkan tangan, ini semua membuat Amira sejenak lupa akan kekalutan hatinya malam itu. Yang paling membuat Amira terpukau adalah warna-warninya. Dari dulu dia selalu mengira bintang itu putih, tapi kini, jauh dari cahaya dan polusi kota, baru kelihatan ternyata warnanya merah dan jingga, dan ada yang berwarna biru dan hijau pucat.

Pemandangan langit malam itu membuat Amira terus diluar semalaman, dia terperanjat ketika langit timur berubah menjadi terang, menyambut hari yang baru. Dia memejamkan mata beberapa detik, ketika dia membuka mata kembali, tanah merah kering dan langit yang menerang sudah menjelma menjadi es dan salju. Angin dingin yang kejam berhembus tanpa henti, menyedot panas dari semua bagian kulit yang terbuka hingga hanya menyisakan dingin dan membuatnya kembali ke masa kini dengan mata bersinar oleh perasaan yang mendalam, perasaan sayangnya pada sang ayah yang belakangan sempat memudar, tapi kini dia tahu betapa dia membutuhkan ayah, betapa dia tak mau kehilangan satu-satunya orang tuanya yang tersisa. Kakek, tentu saja berbeda dengan ayah meskipun bagi Amira kakek adalah hidupnya selama hampir sepuluh tahun ini.
Sebelum hari terang, Amira berangkat lagi menuju rumah sakit dan tiba disana sebelum langit benar-benar terang. Dia menapaki jalan sepanjang koridor menuju kamar ayahnya dengan pandangan kosong kedepan, menuju kamar ayahnya, dan tengkuknya terasa begitu dingin, udara-udara begitu menusuk sum-sum, dan setibanya di kamar ayah, ruangan itu kosong...

"Ayahmu telah tiada, Nak..."

Suara kakek mengejutkannya persis saat dia hendak membalikkan tubuhnya.
Amira menatap kakek dengan pandangan kosong, lalu menggelengkan kepalanya tak percaya,

"Tapi, Kek..."

Kakek mendekapnya,

"Kita semua akhirnya harus mati, Nak," katanya dengan lembut pada Amira, 'tapi yang penting bukan seberapa lama kita hidup, melainkan hidup yang bagaimana yang telah kita jalani.

Keheningan memanjang. Tak ada reaksi dari Amira. Hanya diam dan menatap kosong dinding didepannya. Lagi, untuk kedua kalinya dinding-dinding itu dan koridor dan bau cairan pembersih itu membuat Amira begitu membenci mereka.

"Tidak ada yang abadi," desis Amira.

Kini hanya kakeknya yang dia punya. Seraya merangkulnya, kakek membawa Amira menelusuri koridor kosong menuju ruangan tempat ayahnya kini berada.



Solo, 20 Januari 2010

- - - - - -
Notes: Cerpen ini dibuat untuk tugas sekolahnya Irsyad Mahardi Harnandika :p

Januari 19, 2010

Percakapan Diatas Karang

"kulihat kau begitu dekat dengannya,"

"hah?"

"apa saja yang kau tahu tentang dia?"

"yang aku tahu, apapun yang ada di hati dan pikirannya, aku sudah tidak ada disana"

"begitu?"

"tanyakan saja padanya,"

"bagaimana kalau..."

"apa,"

"kau terlalu percaya diri mengira demikian,"

"tidak,"

"ya."

aku tersenyum kecut, "aku sering kesulitan kalau mengikuti jalan pikiranmu,"

"kenapa tak coba kau tanyakan dulu?"

"tidak ada alasan,"

"jawaban yang sama darinya saat aku bertanya ini juga padanya kemarin,"

Januari 18, 2010

Dalam Perjalanan Menuju Solo

Kau tidak boleh bersedih apalagi menangis saat perhatian yang kau berikan pada orang lain tidak kembali padamu. Kau harus tahu, saat kau membutuhkan perhatian dan tidak ada perhatian darinya, Tuhan masih perhatian padamu dan akan memberikan perhatiannya melalui orang lain yang walaupun tak kau harapkan, tapi Tuhan tahu kau membutuhkan perhatian itu.

Tuhan itu adil, perhatian yang kau berikan pada orang lain akan kembali padamu, dengan melalui orang itu atau orang lain, tapi pasti kembali.

Januari 12, 2010

Selaput Tipis Antara Trauma dan Ketakutan

Malam ini Dia membangunkanku lagi, dengan sinarnya yang hangat. Lalu seperti biasa, aku menuju halaman, dan menatapnya, mendengarkan apa yang Dia ceritakan padaku. Ini kesekian kalinya rembulan mengajakku berbincang seperti ini. Pasti ada yang penting.

"nyalamu mengapa begitu?", tanyaku

"hah?"

"nyalamu"

"kenapa memang?" jawabnya

"tidak seperti biasa. apa hujan akan turun hingga kau tidak memancarkan semua cahaya hangat dan terangmu itu?", tanyaku

"ah tidak.."

jawaban yang aku sangat tahu bahwa saat mengucapkannya Dia berusaha menutupi sesuatu.

"oke kalau kau sudah tidak mau berbagi padaku"

"baiklah, memang kau benar..."

"apa?", tanyaku lagi. lalu Dia sesenggukan. menceritakan apa yang Dia alami bersama Mataharinya.

"At last. aku merasa membohongi Dia. Hahaha.. aku suka saat bersama Jellyfish. Dia tau Jellyfish, yapi Dia tak tahu kalau orang itu posisinya sebagai Jellyfish. Aku tau aku naif dan salah. aku tau perasaan Dia ke aku.. dulu aku udah bilang ke Dia, sesekali aku ingin seperti orang lain pacaran, tapi cuma wacana dan harapanku saja. Aku suka Dia membebaskan aku, tapi pengen sesekali melarang aku. Aku suka Dia yang sabar, tapi pengen sesekali Dia berekspresi lain. Dan sayangnya Jellyfish bisa berekspresi tiap menanggapi aku. Ya... karena aku punya perasaan suka ke Jellyfish. Dengan alasan, aku ingin merasa aku berguna, dibutuhkan dan penting. aku dulu udah bilang keinginanku, Dia cuma ya ya ya dan cuma sebatas wacana dan harapanku. Berulang kali aku mengatakan keinginanku, lalu apa ya aku harus mendapatkannya dari orang lain dan tanpa perlu merepotkan Dia. aku trauma kalau terlalu datar seperti ini...", katanya

"oh I see. Ternyata cahaya yang kau pantulkan dari Matahari tidak 100 persen seperti biasanya, pantas saja kau redup begitu," lanjutku, "lalu bagaimana perasaanmu sesungguhnya?"

"aku sudah bilang kan kalau aku menyukai Jellyfish,"

"apa kau yakin menyukai itu cukup? apa menyukai itu hal terpenting dalam berkomitmen? apa kau dan Dia hanya memiliki suka saja selama ini? tidak perlu kau jawab karena pertanyaanku retoris. menyadari seperti apa sebenarnya perasaanlah yang sulit. kau tidak akan bisa membandingkan perasaanmu yang sepeti itu. kita menyadari siapa Dia dan siapa Jellyfish. kau ingat tidak Don’t Dream Its Over-nya Sixpence None The Richer? seperti itulah. At least, tembok diantara kalian jangan sampai mengalahkanmu..” jawabku

Kemudian aku teringat apa yang kemarin membuatku meneteskan air mata setelah terakhir kali aku meneteskan air mata beberapa waktu lalu yang juga karenanya. Hampir sama aku pikir. Hanya saja kondisinya terbalik. Yang aku sesali bukan karena aku telah jauh masuk ke dalamnya, melainkan aku menyesal aku tidak cukup kuat menghancurkan tembok itu. Tembok itu tidak kuat, rapuh, tetap saja aku terlalu lemah untuk menghancurkannya. Kekuatanku, sedang dalam proses pengembalian, selama enam bulan ini, dan ternyata aku tidak cukup kuat.. nyatanya aku gagal. Dan sepertinya aku harus menyerah.

Aku kembali teringat seorang kawan berkata, “Kau tidak boleh berada diantara mereka, bagaimanapun keadaannya. Sekalinya kau menjadi orang ketiga, kau akan terus berada di dalam lingkaran itu. Lingkaran diselingkuhin dan menyelingkuhin. Pergilah sebelum kau masuk terlalu dalam, mumpung kau masih punya kekuatan untuk keluar.” Saat aku akan menjawab, “Akupun tidak punya kekuatan untuk keluar…” kawanku itu sudah menghilang.

“lalu bagaimana?” tanyanya

Aku membaringkan tubuhku di atas rumput taman, agar mudah menatapnya, lalu aku menjawab,

“kalau aku berada di posisimu, aku akan kembali terbang bersama sayapmu. Selama ini rasa senyaman apapun yang Jellyfish berikan padamu, tidak seberapa dibandingkan sayapmu. Mungkin kau hanya belum merasakannya dan belum terbiasa dengan caranya untuk mengajakmu terbang. Lama-lama kau akan terbiasa. Kembalilah.. kau harus kembali padanya. Saat nanti kau tau Jellyfish juga berkeinginan mengajakmu terbang dan meminjami sayapnya untukmu, kau akan lebih sulit untuk lepas..”


continued :D


iKainheRe

:::: tHe fRienDLy kinDLy cHeeRy giRL ::::